Beritabanten.com – Peran strategis setiap orang dalam pandangan Ketua MUI Kota Tangerang Selatan, KH Saidih, adalah harus bisa akur ketika berinteraksi di masyarakat.
Ulama panutan ini meminta pada peserta Rakor MUI Kota Tangsel menyelami tema “Sinergi Membangun Kota Tangerang Selatan untuk Pemilu Damai Menuju Indonesia Maju” dengan makna kata akur.
“Peran ulama dengan damai sangat penting karena bertugas untuk menciptakan persatuan dan kesatuan umat,” pintanya.
Ketua Yayasan Daarul Hikmah itu meminjam kearifan yang sangat klasik sekaligus sudah terkenal bahwa harus “akur sakasur” ketika hadir dalam kehidupan rumah tangga.
Berlanjut pada kawan sedulur di mana pergaulan dengan sanak saudara juga tetap mempertimbangkan harmoni kepentingan bersama.
Akur kawan selikur artinya merambah pada pergaulan lintas darah karena perkawanan dari kecil sampai usai produktif dalam masyarakat yang dilanjutkannya dengan istilah akur “salembur’ ketika ada di Kota Tangsel
Terakhir, katanya, harus akur ‘sagubernur’ sebagai perumpamaan dalam jelajah wilayah satu Provinsi Banten dengan menyatu membangun masyarakat yang maju, adil dan sejahtera.
“Kalau sudah sudah akur jadinya seperti buah tangan dari jari kelingking sampai jempol. Semuanya punya peran masing-masing yang saling menguatkan,” jelasnya.
*Kalau sudah akur jemari tangan tersebut, yang gede aja bisa disuapin. Jangan seperti kuping yang tidak pernah bisa akur,” sambungnya.
Nantinya, jika sudah akur dalam jejak langkah akan bisa menciptakan cita ideal sebuah pendirian negara bangsa yang kini memasuki usia 79 tahun kemerdekaan dengan tantangan zaman kompleks dan dinamis.
“Bersatu dan kompak akan tercapai semua cita bersama baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur,” saranya mengajak hadirin ucapkan kata merdeka terkait HUT RI ke-79.
“Merdeka!’ jawab mereka di Aula Belandongan Puspemkot Tangsel, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, kemarin. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan