Beritabanten.com — Sejumlah produk sayuran di Jepang dipasarkan dengan kemasan yang menampilkan foto petani beserta nama dan lokasi kebun asalnya.
Cara ini diterapkan agar pembeli mengetahui secara jelas siapa pihak yang menanam dan memproduksi bahan pangan yang mereka konsumsi sehari-hari.
Dengan identitas yang ditampilkan secara terbuka, para petani dituntut untuk menjaga kualitas hasil panen mereka.
Setiap produk membawa nama baik pribadi, sehingga apabila terjadi masalah, kepercayaan publik terhadap petani yang bersangkutan dapat langsung terdampak.
Penerapan sistem tersebut terbukti memberikan pengaruh positif.
Mutu hasil pertanian menjadi lebih terkontrol, profesi petani mendapatkan penghargaan yang lebih besar, dan konsumen bersedia membayar lebih karena nilai kejujuran dan transparansi, bukan semata-mata karena label merek.
Melalui pendekatan ini, makanan tidak lagi dianggap sebagai produk tanpa identitas, melainkan hasil kerja keras individu nyata.
Di Jepang, petani tampil sebagai sosok yang hadir dan bertanggung jawab atas setiap bahan pangan yang sampai ke meja makan masyarakat. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan