Beritabanten.com – Pagi itu, matahari belum sepenuhnya tinggi ketika Herman Deru melangkah ke halaman sebuah desa di pinggiran Sumatera Selatan.
Tanpa banyak protokoler yang kaku, ia menyapa warga satu per satu denga. menyalami, mendengar, sesekali tertawa kecil. Di hadapannya, bukan sekadar masyarakat, melainkan harapan-harapan yang ia emban sejak dilantik sebagai gubernur.pl
Bagi sebagian orang, kepemimpinan adalah soal kebijakan dan angka-angka. Namun bagi Herman Deru, politik terasa lebih dekat ke tanah; ke jalan desa yang belum sepenuhnya mulus, ke sawah yang menunggu air, ke sekolah yang masih kekurangan fasilitas.
Ia tampak paham, bahwa jabatan bukan sekadar posisi, melainkan kepercayaan yang harus dijaga setiap hari.
Namanya bukan baru di panggung pemerintahan. Sebelum memimpin provinsi, Herman Deru telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di birokrasi lokal, termasuk sebagai bupati di Ogan Komering Ulu Timur.
Dari sanalah ia mengenal denyut kehidupan masyarakat Sumatera Selatan, bukan dari laporan di atas meja, tetapi dari pengalaman langsung di lapangan.
Politik Kehadiran
Pendekatannya sederhana: hadir. Dalam banyak kesempatan, ia memilih turun langsung ketimbang hanya menerima laporan. Baginya, angka statistik tidak selalu mampu menangkap realitas yang sebenarnya.
Di lapangan, ia bisa melihat sendiri bagaimana kondisi infrastruktur, pelayanan kesehatan, hingga pendidikan yang menjadi fondasi pembangunan daerah.
Namun jalan tidak selalu lurus. Seperti banyak kepala daerah lainnya, Herman Deru dihadapkan pada tantangan klasik: keterbatasan anggaran, kesenjangan wilayah, serta tuntutan masyarakat yang terus berkembang.
Di tengah itu, ia berusaha menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program-program yang digagasnya kerap menitikberatkan pada akses—akses pendidikan, akses kesehatan, dan akses ekonomi.
Ia memahami bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari gedung-gedung tinggi, tetapi dari seberapa besar kesempatan yang dimiliki masyarakatnya untuk berkembang.
Di ruang kerjanya, peta Sumatera Selatan terbentang luas. Setiap kabupaten dan kota memiliki cerita, persoalan, dan potensinya masing-masing.
Dari wilayah perkotaan hingga pelosok desa, semuanya menuntut perhatian yang sama. “Tidak boleh ada yang tertinggal,” menjadi prinsip yang kerap ia ulang dalam berbagai kesempatan.
Ritme Kerja Padat
Namun di balik gaya kepemimpinannya yang terlihat tenang, ada ritme kerja yang padat. Agenda demi agenda berjalan hampir tanpa jeda. Dari rapat koordinasi hingga kunjungan lapangan, dari menerima tamu hingga menghadiri kegiatan masyarakat.
Semua itu menjadi bagian dari rutinitas yang ia jalani dengan kesadaran bahwa waktu jabatan tidaklah panjang.
Bagi warga, sosok Herman Deru sering kali hadir sebagai figur yang mudah dijangkau. Ia bukan tipe pemimpin yang berjarak. Dalam berbagai kesempatan, ia membuka ruang dialog, mendengarkan keluhan, bahkan kritik.
Sikap ini, bagi sebagian orang, menjadi alasan mengapa ia tetap mendapatkan tempat di hati masyarakat.
Meski demikian, harapan yang disematkan di pundaknya tidak ringan. Sumatera Selatan, dengan segala potensi sumber daya alamnya, masih menghadapi pekerjaan rumah yang tidak sedikit.
Dari pemerataan pembangunan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat, semuanya membutuhkan kerja berkelanjutan.
Di tengah kompleksitas itu, Herman Deru tampak memilih untuk tetap berjalan dengan langkah yang ia yakini. Tidak selalu cepat, tetapi berusaha tepat. Tidak selalu sempurna, tetapi terus diperbaiki.
Menjelang siang, kunjungan di desa itu pun berakhir. Ia kembali ke kendaraan dinasnya, meninggalkan warga yang perlahan kembali ke aktivitas masing-masing.
Namun percakapan pagi itu, sapaan sederhana, dan janji-janji kecil yang terucap, menjadi bagian dari hubungan yang lebih besar antara seorang pemimpin dan rakyatnya.
Di Sumatera Selatan, nama Herman Deru bukan sekadar pejabat tapi simbol dari harapan yang terus bergerak untuk tperubahan, kemajuan sekaligus masa depan yang ingin diraih bersama. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan