Beritabanten.com – Distribusi gas elpiji 3 kg di Kota Tangerang Selatan masih belum merata, berdasarkan pantauan media di beberapa warung pengecer. Tidak semua warung memiliki stok gas subsidi tersebut.

Yuli, pemilik warung kelontong di Jalan Ciater Raya, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, mengungkapkan bahwa sudah sekitar 10 hari ia tidak menerima pasokan gas melon dari pangkalan.

“Sudah 10 hari tidak jualan gas, kasihan tetangga-tetangga sekitar sini,” ujarnya pada Kamis (6/2). Ia mengaku telah meminta kiriman gas kepada pihak pangkalan, tetapi hingga kini belum ada respons.

Menurut Yuli, banyak pelanggan yang datang mencari gas. “Kalau orang-orang jauh tidak terlalu saya pikirkan, tapi kalau pelanggan sekitar kasihan kalau tidak dapat gas,” tuturnya.

Berbeda dengan Yuli, Yus (60), pemilik warung kelontong di Jalan H Saran, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, sudah kembali menerima pasokan gas sejak Selasa (4/2) setelah sempat terhenti pada Senin (3/2).

Namun, Yus hanya menerima lima tabung gas per pengiriman, dengan syarat pembeli harus menyertakan KTP. “Satu KTP hanya boleh untuk satu tabung. Tidak bisa menyetok, karena pengiriman tergantung pengajuan,” jelasnya.

Meski sempat terjadi kelangkaan, Yus memastikan harga jual gas elpiji 3 kilogram tetap stabil, yaitu Rp 21 ribu hingga Rp 22 ribu per tabung, dari harga pangkalan Rp 19 ribu. (Azk)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com