Beritabanten.comKementerian Sosial RI melalui Badiklitpusbangprof menyelenggarakan konsolidasi nasional pekerja sosial Indonesia Tahun 2024. 

Kegiatan dilaksanakan di Pusat Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Profesi Kementerian Sosial di Jl. Margaguna Jakarta Selatan. 

Rembug Nasional dihadiri oleh para pekerja sosial anggota asosiasi berbagai pilar pekerjaan sosial di bawah kementerian sosial.

Yaitu Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI), Asosiasi Pendidikan Kesejahteraan dan Pekerjaan Sosial Indonesia (APKPSI), Independen Pekerja Sosial Indonesia (IPSPI), Masyarakat Indonesia untuk Pekerja Sosial (MIPS), Social Worker dalam Pengembangan Masyarakat, serta asosiasi lain yang menaungi SDM Pekerja Sosial.  

Dalam sambutannya, Ketua Penyelenggara, Kepala Pusat Badiklitpusbangprof Kemensos menyampaikan bahwa kegiatan konsolidasi pekerja sosial penting dilakukan untuk merespon program pemerintah melalui RPJMN 2025-2029.  

Sekjen Kemensos, Roben Rico, menyebutkan bahwa kita semua harus segera merespon amanah UU Pekerja Sosial No.14 Tahun 2019 , karena sudah 5 tahun berjalan, kita masih jalan di tempat.  

Ia menyampaikan bahwa Kemensos siap mewadahi dan berharap semua komponen dan pilar pekerjaan sosial dapat bekerja bersama. 

“Mari sama-sama kita sosialisasikan Profesi Pekerja Sosial, pusdiklat harus menjadi leader untuk menjalankan amanah UU No.14 Tahun 2019,” katanya.  

Ia juga berharap Para kepala asosiasi harus bersinergi dengan Kemensos untuk mewujudkan SOP, standar kompetensi, standar layanan. 

Wakil Ketua 1 APKSI periode 2024-2027 Siti Napsiyah

APKPSI ‘Produsen’ Calon Pekerja Sosial 

Sementara Wakil Ketua 1 APKSI periode 2024-2027 Siti Napsiyah yang turut hadir dalam kesempatan itu menegaskan, Asosiasi Pendidikan Kesejahteraan dan Pekerjaan Sosial Indonesia (APKPSI) siap menjadi mitra pemerintah.  

Dalam paparanya ‘Proyeksi Posisi Pekerja Sosial dalam RPJMN 2025-2029′ Siti Napsiyah menyebutkan bahwa 32 perguruan tinggi penyelenggara Program studi kesejahteraan dan pekerjaan sosial seluruh Indonesia anggota APKSI berkomitmen untuk menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan Indonesia emas dengan menyiapkan SDM Pekerja Sosial yang kompeten.  

APKPSI sebagai ‘produsen’ calon pekerja sosial membekali dengan standarisasi kurikulum yang terekognisi nasional maupun internasional.  

Dengan penuh optimis, Siti Napsiyah menegaskan bahwa bukan tidak mungkin terwujud “one village – one social worker”.  

Sesi selanjutnya diisi paparan dari IPSPI, SWIPAM dan MIPS. Ketiga asosiasi ini secara serentak memohon kepada Kementerian Sosial untuk dapat mendukung dan memfasilitasi kerja dan program dari semua pilar pekerjaan sosial.

Ketua IPSPI, Pujiono dengan penuh semangat membakar peserta rembug nasional untuk sama-sama mendesak Kementerian Sosial agar mau dan mampu menjadi leading sektor dalam merecognisi profesi pekerja sosial di Indonesia. 

“Kemensos punya banyak PR untuk menjalankan amanah UU No.14 Tahun 2019. Kemensos juga harus berani dan jangan malu menegaskan bahwa Pekerja Sosial adalah profesi yang dapat diandalkan untuk mewujudkan Indonesia emas,” tandasnya.  

Kegiatan Rembug Nasional ini menghasilkan rekomendasi yang diserahkan langsung oleh ketua DNIKS, Efendi Choiri yang akrab dipanggil Gus Choi, kepada Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono.  

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menutup konsolidasi nasional melalui platform Zoom. 

“Prinsipnya Kemensos siap dan selalu ada untuk mendukung dan mewadahi pekerja sosial Indonesia untuk berkiprah di masyarakat,” singkatnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com