Beritabanten.com – Tokoh masyarakat Pamulang, Wa Harun, menilai tradisi tahlilan tetap memiliki peran penting sebagai perekat sosial di tengah pesatnya perkembangan KotaTangerang Selatan yang diikuti perubahan pola kehidupan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Wa Harun saat menghadiri tahlilan di Kampung Parakan, Kecamatan Pamulang, Senin (3/8/2026). Menurutnya, pertumbuhan kawasan permukiman dan masuknya penduduk dari berbagai daerah membuat interaksi sosial masyarakat ikut mengalami perubahan.
“Kota Tangerang Selatan yang terus berkembang akan berpengaruh pada pola interaksi individu dalam masyarakat yang membutuhkan perekat. Tahlilan menjadi salah satu tradisi yang dapat mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan,” kata Wa Harun.
Perkembangan sebuah kota pada dasarnya membawa konsekuensi terhadap kehidupan sosial. Masyarakat menjadi semakin beragam dari sisi budaya, pekerjaan, maupun latar belakang daerah asal. Di sisi lain, mobilitas yang tinggi dan kesibukan sehari-hari membuat hubungan antartetangga tidak selalu seerat seperti di lingkungan permukiman tradisional.
Dalam perspektif sosiologi, kondisi tersebut dapat dijelaskan melalui konsep Gemeinschaft dan Gesellschaft yang diperkenalkan Ferdinand Tönnies. Perubahan dari masyarakat yang bercorak kekeluargaan menuju masyarakat perkotaan yang lebih modern sering kali membuat hubungan sosial menjadi lebih formal dan individual.
Karena itu, kegiatan kemasyarakatan seperti tahlilan memiliki fungsi yang tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga sosial. Tradisi tersebut menjadi ruang pertemuan antara warga lama dan pendatang untuk saling mengenal, membangun komunikasi, serta memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan.
Bagi masyarakat perkotaan seperti Tangerang Selatan, menjaga ruang-ruang interaksi sosial menjadi semakin penting agar pertumbuhan kota tidak diikuti dengan pudarnya nilai gotong royong dan kepedulian antarsesama.
Pada akhirnya, tahlilan tidak hanya dipahami sebagai tradisi mendoakan sesama, tetapi juga menjadi salah satu sarana memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat yang terus berubah. Semakin beragam sebuah kota, semakin besar pula kebutuhan akan ruang yang mampu mempertemukan dan mempererat hubungan antarwarganya. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan