Beritabanten.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan penurunan angka stunting hingga mencapai sekitar 7,05 persen pada 2027 melalui penguatan intervensi terpadu lintas sektor.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan penanganan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda.

“Penanganan stunting bukan hanya soal kesehatan, tetapi menyangkut masa depan generasi. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Benyamin, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, berbagai program terus diperkuat, mulai dari pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita, pemberian makanan tambahan, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga penguatan layanan kesehatan melalui posyandu dan fasilitas kesehatan.

Pemkot Tangsel juga mengedepankan pendekatan berbasis data guna memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran. Langkah tersebut dinilai penting mengingat prevalensi stunting di wilayah itu sempat mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

“Intervensi yang dilakukan harus tepat sasaran. Oleh karena itu, data menjadi sangat penting agar setiap program yang dijalankan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Edukasi Gizi Seimbang

Selain intervensi kesehatan, edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pola asuh yang baik juga terus digencarkan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.

“Kami terus mendorong kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting dimulai dari keluarga, terutama dalam pemenuhan gizi dan pola asuh anak,” ujar Benyamin.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah juga memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah agar program penanganan stunting berjalan lebih efektif dan terintegrasi. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh sasaran penerima manfaat mendapatkan pendampingan yang optimal.

Pemkot Tangsel turut mendorong keterlibatan masyarakat melalui kader posyandu dan tenaga kesehatan di tingkat kelurahan. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pencegahan stunting di lingkungan keluarga.

Kualitas Sanitasi dan Akses Air Bersih

Selain itu, upaya peningkatan kualitas sanitasi dan akses air bersih juga menjadi bagian dari strategi penanganan stunting. Pemerintah menilai lingkungan yang sehat berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil.

Benyamin berharap seluruh pihak dapat terus berkolaborasi dalam memperkuat program penanganan stunting sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai rencana.

Menurut dia, keberhasilan menekan angka stunting akan menjadi investasi penting bagi kualitas generasi masa depan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 22,6 persen. Pemerintah pusat menetapkan target penurunan stunting di seluruh kabupaten/kota hingga rata-rata 14 persen pada 2027.

Setiap daerah, termasuk Kota Tangerang Selatan, diharapkan menurunkan angka stunting secara signifikan melalui program intervensi gizi, layanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi keluarga.

Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memonitor dan mengevaluasi capaian setiap kabupaten/kota.

Dengan pemetaan berbasis data, setiap program penanganan stunting bisa lebih tepat sasaran sehingga intervensi yang diberikan dapat mengurangi angka stunting secara efektif, terutama di wilayah yang memiliki prevalensi tinggi.

Penanganan stunting di Kota Tangerang Selatan melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan, kader posyandu, hingga kolaborasi lintas sektor.

Benyamin optimistis target penurunan stunting dapat tercapai melalui kerja sama dan langkah yang terukur.

“Kami berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting hingga mencapai target yang telah ditetapkan, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” katanya. (Adv)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com