Beritabanten.com — Kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan atau Pemkot Tangsel bukan sekadar penyesuaian ritme kerja, tapi memberikan berkah tersendiri.
Ia menjadi penanda perubahan dalam birokrasi yang mulai lentur, namun tetap dituntut presisi. Di tengah tuntutan zaman yang kian dinamis, pola kerja fleksibel menjadi bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif.
Di balik fleksibilitas itu, tersimpan tantangan klasik: disiplin, akuntabilitas, dan konsistensi kinerja. Ketika ruang kerja berpindah ke rumah, satu hal menjadi sorotan, terkait produktivitas tetap terjaga.
Selian itu ada pertanyaan terkait target yang telah ditetapkan tetap dapat dicapai tanpa pengawasan langsung oleh pimpinan.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa WFH bukan ruang kompromi bagi kinerja aparatur sipil negara (ASN). Ia menilai bahwa fleksibilitas justru harus diimbangi dengan tanggung jawab yang lebih tinggi dari setiap pegawai.
“WFH itu bukan berarti santai di rumah. Pekerjaan tetap harus berjalan, target harus tercapai, dan yang paling penting, harus ada bukti kerja yang jelas,” ujar Benyamin dalam keterangan tersiar luas, ditulis Sabtu (18/4/2026).
Ia menekankan, fleksibilitas kerja tetap berada dalam koridor pengawasan yang ketat. Sistem yang diterapkan bukan hanya memberi ruang, tetapi juga memastikan bahwa setiap aktivitas kerja dapat ditelusuri dan dievaluasi.
“Kita kasih ruang fleksibel, tapi bukan berarti tanpa kontrol. Semua tetap terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.
Dalam kerangka itu, peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi krusial. Para pimpinan diminta tidak hanya mengawasi, tetapi juga memastikan ritme kerja tetap terjaga. Kepemimpinan yang aktif dan responsif menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas WFH.
“Pimpinan OPD harus aktif mengontrol. Jangan sampai karena tidak di kantor, pekerjaan jadi tidak terpantau,” tegas Benyamin.
Untuk memastikan hal tersebut, mekanisme pelaporan berjenjang diterapkan hingga ke Sekretaris Daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa esensi dari sistem itu bukan sekadar administrasi atau rutinitas pelaporan.
“Laporan itu jangan hanya formalitas. Yang kita lihat adalah hasil kerja nyata. Output yang bisa dirasakan dampaknya,” katanya.
Lebih jauh, Pemkot Tangsel juga mulai mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen pengawasan dan pelaporan.
Platform kerja daring, rapat virtual, hingga dashboard kinerja menjadi bagian dari sistem yang terus diperkuat. Dengan demikian, meskipun tidak berada dalam satu ruang fisik, koordinasi tetap berjalan efektif.
Langkah ini menunjukkan upaya Pemkot Tangsel menjaga keseimbangan antara kepercayaan dan kontrol. Sebab, tanpa integritas, sistem sebaik apa pun bisa kehilangan makna.
Budaya kerja yang kuat dinilai menjadi fondasi utama keberhasilan kebijakan ini yang pada gilirannya tetap memberikan layanan sempurna pada warga Kota Tangsel.

Layanan Publik Tetap di Garis Depan
Tak semua sektor ikut dalam skema WFH. Layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat—kesehatan, keamanan, kebersihan, hingga transportasi—tetap beroperasi penuh dari kantor. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penurunan kualitas pelayanan.
Benyamin memastikan, kualitas layanan tidak boleh terdampak oleh kebijakan kerja fleksibel.
“Pelayanan ke masyarakat tidak boleh terganggu. Itu prioritas utama,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa evaluasi berkala akan terus dilakukan, termasuk menerima masukan dari masyarakat terkait kualitas layanan selama penerapan WFH.
Bagi warga, kualitas layanan tetap menjadi tolok ukur utama. Cepat, responsif, dan konsisten—apa pun skema kerjanya. Kepercayaan publik terhadap pemerintah sangat ditentukan oleh bagaimana layanan tetap berjalan optimal di tengah perubahan sistem kerja.
WFH memang membuka peluang efisiensi, seperti pengurangan biaya operasional kantor dan peningkatan keseimbangan kerja-hidup pegawai.
Namun, di sisi lain, ia juga menyimpan risiko jika tidak diawasi dengan baik. Karena itu, penguatan kontrol dan peran pimpinan menjadi kunci utama.
Pada akhirnya, keberhasilan kebijakan ini bukan hanya soal sistem, tetapi budaya kerja yang menopangnya. Integritas, profesionalisme, dan komitmen ASN menjadi faktor penentu apakah fleksibilitas bisa berjalan seiring dengan kinerja yang optimal.

Berkah di Jalan Raya
Dampak WFH juga terasa di luar kantor bagi karyawan swasta yang biasa melintas jalan di Tangsel yang kerap padat ketika jam seibuk.
Sebut saja wilayah Pamulang Barat, arus lalu lintas yang biasanya padat kini mulai melonggar dan di sepanjang Jalan Raya Serpong yang biasa dilintasi oleh warga Tangsel yang hendak bekerja di Kota Tangerang dan Jakarta.
“Sekarang lebih lengang sejak banyak kantor menerapkan WFH,” ujar Andi (35), warga setempat yang bekerja di kawasan industri Kota Tangerang.
Waktu tempuh yang lebih singkat membuat aktivitas harian menjadi lebih efisien, termasuk dalam pengeluaran bahan bakar. Selain itu, berkurangnya kepadatan lalu lintas juga berdampak pada tingkat stres pengendara dan kualitas udara.
“Bensin jadi lebih hemat. Dulu sering isi, sekarang lebih jarang,” tambahnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kebijakan kerja fleksibel tidak hanya berdampak pada internal birokrasi, tetapi juga pada aspek kehidupan masyarakat yang lebih luas. Mobilitas yang berkurang di hari tertentu memberi efek domino terhadap kelancaran lalu lintas.
Bagi sebagian warga, WFH bukan sekadar perubahan pola kerja, tetapi solusi nyata atas kemacetan yang selama ini menjadi persoalan klasik di wilayah perkotaan.
Harapan pun muncul agar pola kerja fleksibel seperti hybrid dapat diterapkan secara berkelanjutan, tidak hanya di sektor pemerintahan tetapi juga swasta.
Di Tangerang Selatan, WFH perlahan menunjukkan bahwa perubahan cara bekerja bisa membawa dampak luas—dari ruang kerja hingga jalanan kota.
Ke depan, tantangannya adalah menjaga konsistensi antara fleksibilitas dan kinerja, agar manfaat yang dirasakan hari ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. (Adv)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan