Beritabanten.com — Banjir yang menggenangi Kampung Srewu, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, belum juga surut meski telah berlangsung lebih dari sepekan.

Kondisi tersebut memaksa sejumlah warga mengungsi secara mandiri dengan mendirikan tenda-tenda darurat di pinggir Jalan Syekh Ciliwulung, tepatnya di wilayah Kampung Cakung yang berada di sekitar permukiman terdampak, Minggu (25/1/2026) malam.

Hasil pantauan di lapangan, sedikitnya sepuluh tenda darurat berdiri di atas hamparan rumput. Tenda-tenda itu dibuat secara sederhana menggunakan bambu sebagai penyangga dan terpal sebagai atap, disusun berbentuk segitiga mengarah ke bawah.

Seluruhnya merupakan inisiatif dan swadaya warga yang berupaya menyelamatkan diri dari banjir yang merendam rumah mereka.

Situasi pengungsian pun terlihat serba terbatas. Warga harus bertahan tanpa fasilitas memadai, di tengah cuaca yang tidak menentu. Anak-anak hingga orang lanjut usia tampak beraktivitas di sekitar tenda darurat dengan kondisi yang jauh dari kata layak.

Mirisnya, hingga kini belum tampak adanya tenda pengungsian maupun posko evakuasi resmi dari pemerintah daerah. Ketiadaan bantuan tersebut membuat warga hanya bisa mengandalkan kebersamaan dan gotong royong untuk bertahan di tengah kondisi darurat yang semakin memprihatinkan.

Warga berharap adanya perhatian dan respons cepat dari pihak terkait, baik dalam bentuk penyediaan tenda, bantuan logistik, maupun langkah penanganan banjir agar situasi tidak terus berlarut dan membahayakan keselamatan pengungsi. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com