Beritabanten.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendatangi perpustakaan jalanan di kawasan Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan, menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Dalam video tersebut, tampak petugas Satpol PP menghampiri lapak baca yang digelar secara sukarela di ruang terbuka taman tersebut.
Ia menyatakan bahwa kedatangannya hanya untuk memeriksa kegiatan karena terlihat ramai, bukan untuk membubarkan aktivitas tersebut.
“Saya cuma mau cek aja ini siapa penanggung jawabnya. Bukan mau mengusir,” ujar petugas tersebut dalam rekaman video yang dibagikan oleh pengguna media sosial.
Meski petugas tersebut menyampaikan tidak ada unsur pelarangan, reaksi warganet pun langsung bermunculan.
Banyak yang menyayangkan langkah tersebut, karena menurut mereka ada masalah lain yang lebih mendesak di area Blok M, seperti parkir liar dan pedagang kaki lima (PKL) yang dianggap justru lebih mengganggu.
“Di Blok M parkiran liar banyak banget, mana mahal-mahal, PKL sekitaran sono banyak juga, tapi yang diurus lapak baca? Kesalahan berpikir,” tulis seorang netizen dalam kolom komentar.
“Bilang aja kak, itu parkir di pinggir jalan gimana?” sindir pengguna lain menanggapi sikap petugas tersebut.
Tak sedikit pula yang mempertanyakan prioritas penertiban oleh Satpol PP. “Keren pak Pol PP, yang kayak gini emang mestinya ditertibin. Kalo pedagang sama tukang parkir liar di situ sampai ke belakang M Bloc biarin aja, nggak usah ditertibkan,” tulis netizen lain dengan nada sarkastik.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkot Jakarta Selatan atau Satpol PP terkait tindak lanjut dari kejadian tersebut.
Namun, peristiwa ini kembali memicu diskusi publik mengenai pengelolaan ruang publik dan perlakuan terhadap inisiatif literasi masyarakat. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan