Beritabanten.com – Media Korea Selatan, Newsen, mengungkap kondisi industri manajemen aktor-aktris yang kini sedang berada dalam masa sulit. Dalam laporan terbarunya, Newsen menjelaskan bahwa sejumlah agensi besar mulai kewalahan bertahan, bahkan beberapa sudah menutup divisi akting mereka.
Belum lama ini, agensi CJeS Entertainment mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan operasional manajemen aktor. Langkah ini mengikuti jejak YG Entertainment yang juga sebelumnya menutup divisi khusus aktor-aktrisnya. Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat popularitas konten Korea masih sangat kuat, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.
Namun, masalah utamanya bukan pada kurangnya minat publik, melainkan dari sisi pembagian keuntungan yang dinilai tidak seimbang. Saat ini, sistem pembagian profit untuk aktor-aktris di industri Korea cenderung berat sebelah, yakni 8:2 atau bahkan 9:1, di mana porsi terbesar diberikan kepada sang artis. Hal ini membuat pihak agensi kesulitan menutupi biaya operasional, terutama ketika harus mendanai promosi, pelatihan, dan pengembangan bakat baru.
Meski begitu, banyak agensi tetap berupaya mempertahankan aktor-aktris mereka, khususnya yang sudah memiliki nama besar. Keberadaan artis populer dinilai penting untuk menjaga daya tarik agensi di mata investor serta memungkinkan mereka merekrut talenta baru. Dengan kata lain, memiliki aktor ternama bukan hanya soal keuntungan jangka pendek, tapi juga menyangkut citra dan kelangsungan bisnis agensi ke depan.
Situasi ini menyoroti tantangan baru dalam industri hiburan Korea, yang meskipun terus berkembang secara global, tetap menyimpan dinamika internal yang kompleks dan penuh tekanan.(Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan