Beritabanten.com – Dua minggu setelah perayaan Idulfitri 2025, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Cilegon menunjukkan kestabilan, bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan harga.

Hal ini disampaikan oleh Dedi Jauhari, Analis Perdagangan Ahli Muda dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon dalam wawancara dengan RRI, Selasa (15/4/2025).

Menurut Dedi, beberapa bahan pangan yang sempat mengalami lonjakan harga selama Lebaran kini kembali ke harga normal. “Sebagai contoh, harga cabai rawit merah sempat menyentuh angka Rp170.000 per kilogram. Namun kini, dua pekan setelah Lebaran, harganya sudah turun ke kisaran Rp87.000 hingga Rp90.000 per kilogram,” jelasnya.

Disperindag Cilegon secara konsisten melakukan pemantauan harga setiap hari di tiga pasar utama kota. Selain itu, mereka terus mengingatkan para pedagang agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar demi menjaga stabilitas harga pangan.

Dedi menambahkan, karena Cilegon bukan daerah sentra pertanian, sebagian besar kebutuhan pangannya dipasok dari luar daerah. “Hanya sekitar 10 persen kebutuhan pangan berasal dari dalam wilayah Cilegon, sisanya tergantung pasokan dari daerah lain,” ujarnya.

Walaupun begitu, ia memastikan bahwa ketersediaan pangan saat ini masih mencukupi. Mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Iduladha, Disperindag mulai melakukan langkah-langkah persiapan agar pasokan tetap lancar dan harga tetap terkendali.

Dedi juga mengajak masyarakat agar tidak panik dalam berbelanja jelang hari-hari besar. “Stok pangan dalam kondisi aman, jadi tidak perlu membeli secara berlebihan. Masyarakat juga bisa memantau perkembangan harga setiap hari melalui situs sagon.cilegon.go.id,” tutupnya. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com