Beritabanten.com – Setelah mengalami penurunan selama sembilan tahun berturut-turut, angka kelahiran di Korea Selatan akhirnya menunjukkan peningkatan pada 2024.
Menurut laporan Statistik Korea yang dirilis pada 26 Februari, tingkat kesuburan negara itu naik sebesar 0,03 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2024, rata-rata seorang wanita Korea Selatan melahirkan 0,75 anak dalam hidupnya, meningkat dari 0,73 pada 2023. Jumlah bayi yang lahir juga mengalami kenaikan sebesar 3,6 persen, mencapai 238.343 kelahiran.
Peningkatan ini dikaitkan dengan beberapa faktor, seperti lebih banyaknya wanita usia subur, pernikahan yang sempat tertunda akibat pandemi, serta pandangan yang lebih positif terhadap pernikahan dan memiliki anak.
Pemerintah melalui Sekretaris Kepresidenan Senior untuk Perencanaan Populasi, You Hye Mi, menyebut kebijakan seperti dukungan pinjaman dan perumahan bagi pasangan baru serta insentif bagi perusahaan yang menerapkan kebijakan ramah keluarga turut berkontribusi terhadap kenaikan angka kelahiran ini.
Meski menunjukkan peningkatan, Korea Selatan masih diprediksi memiliki tingkat kelahiran terendah di antara 38 negara anggota OECD.
Namun, studi terbaru menegaskan bahwa krisis demografi yang dihadapi negara ini belum akan mengarah pada kepunahan dalam waktu dekat. (Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan