Beritabanten.com – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merupakan kota penyangga kota Jakarta yang berbeda dengan kota penyangga lainnya.

Selain sebagai pusat bisnis dan jasa serta industri, hampir sebagian wilayah Tangsel juga merupakan tempat pemukiman kota baru (real estate) yang maju dan tertata rapi serta go green

Potensi ekonomi di wilayah ini ada pada bidang perdagangan, industri, jasa dan konstruksi

Berdasarkan hasil analisator pemerhati kegiatan philanthrpphy bahwa potensi pengumpulan zakat fitrah yang ada pada wilayah Tangsel pada angka lumayan besar apabila angka tersebut untuk membantu masyarakat miskin.

Nilai potensi itu berada disekitaran Rp 47.000.000.000,-, sebuah angka yang cukup beralasan mengingat jumlah penduduk yang membayar zakat fitrah hanya diambil 1 juta orang saja dari seluruh jumlah penduduk yang tinggal di Tangsel lalu dikalikan dengan nilai nominal zakat fitrah sebesar Rp 47.000 per jiwa.

Namun potensi ini diperkirakan tidak akan diserap oleh BAZNAS Tangsel saja mrlainkan akan diserap dan terdistribusi pada beberapa lembaga philantrophy dan Lembaga Amil Zakat lainnya yang ada di Kota Tangerang Selatan

Apabila kita kerucutkan kembali potensi sebesar 47 Milyar di atas dengan dibagi oleh 10 Lembaga Amil Zakat yang berkantor di Tangsel maka akan diperoleh angka realistis dan terukur dimana masing-masing lembaga akan menyerap potensi sebesar 4,7 Milyar. termasuk BAZNAS Kota Tangerang Selatan ada di dalamnya.

Target perolehan di atas oleh BAZNAS Tangsel didistribusikan kepada masyarakat miskin dengan masing-masing mustahik akan menerima zakat fitrah sebesar Rp 50.000.

BAZNAS Tangsel telah menjadi salah satu kontributor pengurang index angka kemiskinan di Kota Tangerang Selatan apabila asumsi ini dikaitkan dengan penerima manfaat zakat fitrah sebanyak 94.000 jiwa.

94.000 jiwa penerima manfaat bukanlah angka yang fantastis tapi juga bukan sebuah angka yang sedikit apabila dilihat sumber dana ini berasal dari instrumen fiskal Islami “zakat infaq dan sedekah” masyarakat sebagai anggaran (non budgeter).

Artinya, Tangsel telah ikut membantu program pemerintah dalam bidang mensejahterakan ekonomi dan sosial masyarakat di Tangsel.

Apabila jumlah penerima manfaat zakat fitrah yang berjumlah 94.000 orang di atas dibandingkan dengan jumlah seluruh warga Tangsel yakni kurang lebih 1,4 juta jiwa akan diperoleh angka ratio sebeaar 6% .

Sehingga dapat dipastikan bahwa angka persentase penerima manfaat zakat fitrah ini jauh melebihi di atas angka prosentase jumlah orang miskin di Tangsel yang berkisar di angka 3%,

“Outcome” dampak positifnya adalah mereka akan merasakan kebahagian yang sama dengan saudara kita yang sedang merayakan hari raya Idhul Fitri tersebut, dengan kata lain tidak ada orang yang tidak makan, semua orang bisa makan dan bahagia pada hari itu.

Potensi ini belumlah termasuk angka potensi perolehan zakat mal dari orang-orang kaya disekitar wilayah Tangsel.

Sebut saja angka prosentase 1% orang-orang kaya dari total penduduk warga Tangsel, sebuah angka target minimalis yang berarti 14.000 jiwa.

Jika mereka semua membayar zakat maal minimal saja rata-rata menunaikan 500.000 maka akan terkumpul dana 7 Milyar.

BAZNAS Tangsel bisa mengoptimalkan potensi pengumpulan di atas ditambah dengan potensi zakat fitrah, infaq dan sedekah untuk program pemberdayaan ekonomi sosial.

Selain itu, dengan tujuh program BAZNAS Tangsel akan memberikan dampak kesejahteraan yang pati dan berkesinambungan sepanjang tahun.

Namun demikian angka-angka di atas kertas tidaklah sama dengan kenyataan implementasi di lapangan, manakala usaha kita biasa-biasa saja dengan kata lain tidak “extra ordinary” maka hasilnya tidak akan sama dengan angka-angka di atas kertas untuk itu dibutuhkan upaya lebih untuk mewujudkannya,

Menurut penulis besar kecilnya keberhasilan program ini akan bergantung pada beberapa faktor dan faktor-faktor itu diantaranya, adalah:

  1. Peran aktif semua komponen masyarakat mulai dari yang terstruktur dan terkecil yang ada di BAZNAS Tangsel, sepetti upaya UPZ-UPZ dalam mendistribusikan kupon zakat fitrah BAZNAS Tangselsecara maksimal.
  2. Program SIJAN (Sisa Jajan) di sekolah-sekolah dan distribusi kupon sekaligus dalam upaya memberikan edukasi sejak usia dini belajar berinfaq dan bersedekah).
  3. Kesediaan masyarakat perangkat pemerintah daerah (PNS) melaksanakan edaran dan himbauan Wali Kota Tangsel untuk menunaikan zakat fitrah dan zakat mal, infaq dan sedekah lainnya diBAZNAS Tangsel
  4. Ketersediaan alat pembayaran non tunai yang berbasis pada transaksi non cash yang tersambung (link) pada aplikasi ucapan terima kasih dan doa terima zakat yang tertera pada notifikasi (by name by address/ no hp) dikirimkan ke masing-masing muzakki
  5. Ketersediaan daftar seluruh nama-nama perusahaan beserta Contac persont-nya yang berada atau berkantor di Tangsel untuk diberikan penawaran ajakan berzakat, berinfaq dan bersedekah ke BAZNAS Tangsel
  6. Program jemput zakat dan pembukaan outlet/:booth layanan di tempat-tempat keramaian masyarakat berkumpul.
  7. Program penyaluran ZIS yang sejalan dan beririsan serta pararel dengan program Cahaya Ramadhan (semarak) sesuai tema yang diusung pada bulan Ramadhan 2025 kali ini
  8. Ketersediaan Sumber Daya Insani (amilin dan amilat) yang kompeten dan professional dalam menunjang terlaksananya program zakat di bulan Ramadhan kali ini.
  9. Maksimalisasi se-sel non organisasi yang ada di tengah-tangah masyarakat (non terstruktur) sebagai mitra kerja dengan BAZNAS Tangsel seperti Kemenag, MUI, DMI, NU dan Muhammadiyah serta media pemberitaan (surat kabar elektronik/ non elektronik) dan pada tingkat Rukun Tetangga (RT) di tengah-tengah masyarakat diperlukan upaya mobilisasi secara sistematis dalam penyebaran kupon yang mengarah pada semua potensi pengumpulannya keBAZNAS Tangsel
  10. Revitalisasi dan maksimalisasi fungsi Koordinator Kelurahan (KORKEL) sebagai kekhasan dari local wisdom yang dimiliki BAZNAS Tangsel dalam mendukung proses pengumpulan zakat, infaq dan sedekah ditengah-tengah masyarakat berjalan efektif dan maksimal.
  11. Tata kelola keuangan dan administrasi yang rapih dan terbuka dalam memberikan laporan kepada share holder dan stake holder (masyarakat) guna peningkatan trust kedepannya, sehingga kedepannya BAZNAS Tangselsemakin menjadi pilihan masyarakat dalam membayar zakat, infaq dAn sedekahnya

Sebagai kota yang memiliki moto sebagai kota CERDAS MODERN RELIGIUS yang berarti cita-cita dan harapan untuk mewujudkannya pada bidang kegiatan religi menjadi momentum masyarakat menjalankan ibadah Ramadhan kali ini dengan khusyu dan teduh serta damai.

Selain puasa menjadikan seorang muslim memiliki rasa kepedulian yang tinggi sehingga saling membantu dan tolong menolong sudah menjadi sebuah kebiasaan sehari-hari masyarakat Tangsel.

Seiring adanya kebaikan-kebaikan di bulan Ramadhan, diharapkan kali ini masyarakat warga Tangsel dapat menunaikan zakat fitrah dan zakat mal-nya di BAZNAS Tangsel, sebagai lembaga amil zakat yang aman syar’i, aman regulasi dan aman NKRI .

Cita-cita sudah digantungkan setinggi langit, dan upaya ikhiyar akan dilaksanakan dengan semaksimal mungkin, untuk selanjutnya tinggal kita berdoa agar semua ide, gagasan dan upaya Allah permudah dalam merealisasikan tujuan mulia yakni dengan zakat mensejahterakan masyarakat Kota Tangerang Selatan dapat terwujud.

Penulis Deni Nuryadi Komisioner BAZNAS Tangsel (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com