Beritabanten.com – Dua nama besar di industri hiburan Korea Selatan, IU dan SNSD, mendadak menjadi sasaran boikot dari kelompok pria Korea berusia 20-an dan 30-an.
Boikot ini dipicu oleh dukungan mereka terhadap protes pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol, yang dilaksanakan pada 14 Desember 2024, setelah pemungutan suara pemakzulan kedua di Majelis Nasional.
Kelompok tersebut menuduh IU dan SNSD sebagai penganut feminis dan menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap dukungan artis-artis ini terhadap demonstrasi yang berlangsung.
Selain itu, mereka melancarkan ajakan boikot terhadap berbagai perusahaan yang bekerja sama dengan kedua artis, termasuk Domino’s Pizza, Woori Bank, Jeju Samdasoo, Hite Jinro, New Balance, dan CNP CHA&PARK Cosmetics.
Tudingan tersebut dilontarkan setelah IU dan Yuri SNSD diketahui memberikan dukungan langsung kepada para pendemo, termasuk dengan menyiapkan makanan dan penghangat tangan untuk mereka.
Aktor dan aktris Korea lainnya, seperti Go Min Si, juga menunjukkan solidaritas dengan mengunggah simbol lilin di media sosial, yang berhubungan dengan aksi protes.
Namun, ajakan boikot ini mendapatkan reaksi sinis dari banyak warganet Korea yang meragukan kemampuan kelompok pria tersebut untuk membeli produk yang diiklankan oleh IU dan SNSD. “Bagaimana cara memboikot sesuatu yang tidak pernah kalian beli?” tulis salah satu warganet dengan nada sindiran. “Mereka dikenal tidak pernah menghabiskan uang mereka, kok. Hanya rajin meninggalkan komentar kebencian,” tambah yang lainnya.
Aksi protes terhadap pemakzulan Yoon Suk Yeol berawal setelah pengumuman darurat militer pada 3 Desember 2024 yang kontroversial, yang kemudian dibatalkan beberapa jam setelahnya oleh Majelis Nasional. Keputusan ini memicu gelombang demonstrasi di seluruh Korea Selatan.
Meskipun mendapat tentangan dari kelompok tersebut, reaksi warganet menunjukkan adanya perpecahan opini di kalangan publik Korea. Bagaimanapun, dukungan terhadap protes pemakzulan ini mencerminkan keterlibatan aktif sejumlah artis Korea dalam isu politik dan sosial yang sedang berkembang (Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan