Beritabanten.com – Media asing menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto, yang menelepon Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, yang memenangkan pemilihan pada 5 November lalu.

Laman Hong Kong, South China Morning Post (SCMP), menyoroti bahwa pendekatan Prabowo untuk membangun hubungan dengan Trump memiliki arti penting, terutama demi melindungi perekonomian Indonesia.

Langkah Prabowo ini dianggap sebagai tindakan “pre-emptif” mengingat kecenderungan Partai Republik, yang mendukung Trump, untuk menerapkan kebijakan proteksionis.

“Usaha Prabowo mendekati Trump harus dipandang sebagai upaya menciptakan hubungan positif dan kolaboratif antara Indonesia-AS menjelang pelantikan presiden terpilih pada Januari mendatang,” demikian diungkap dalam artikel berjudul “Can Indonesia’s Prabowo build rapport with Trump and stave off US protectionism?”

Artikel ini mengutip Andreyka Natalegawa, peneliti Program Asia Tenggara di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington, D.C.

Trump sebelumnya mengumumkan akan menerapkan tarif 60% pada impor dari China dan juga berencana mengenakan tarif 10% untuk barang dari seluruh dunia, yang berpotensi berdampak pada Indonesia.

Perlu dicatat bahwa Amerika Serikat merupakan pasar ekspor nonmigas terbesar kedua bagi Indonesia, dengan total ekspor mencapai US$19 miliar dari Januari hingga September.

Di artikel yang sama, analis lain memuji kemampuan komunikasi Prabowo, menyebut langkahnya untuk menghubungi Trump bertujuan memahami kebijakan-kebijakan yang mungkin diubah atau diterapkan.

“Saya yakin Prabowo dapat berkomunikasi dengan baik dengan Trump. Keduanya memiliki kesamaan karakter dan kemampuan negosiasi,” ungkap Dewi Fortuna Anwar, peneliti senior hubungan internasional di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta. (Azk)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com