Beitabanten.com – Ibadah haji 2024 telah terlaksana dengan lancar berkat kerja keras Kementrian Agama RI sebagai pihak penyelenggara haji Indonesia. Tinggal memastikan keselamatan jamaah haji Indonesia sampai di tanah air dengan efisien dan selamat.

Legislator senayan mewanti-wanti kesiapan pemulangan jamaah haji Indonesia ke tanah air. Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk memastikan kepulangan para jemaah dari Arab Saudi tidak mengalami keterlambatan.

“Kami ingin memastikan jemaah haji kita yang sudah selesai menjalankan puncak haji dan sebagian di antara mereka akan menuju Madinah, dan jumlah yang ke Madinah setengah dari jumlah jemaah haji,” ujar anggota Timwas Haji DPR RI, Ace Hasan Syadzily melalui pesan elektronik, Rabu (266/2024).

Kang Ace, panggilan akrab, meminta pada kepada Kemenag untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi jamaah haji Indonesia yang akan kembali ke tanah air.

“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan kepada mereka selama di Madinah betul-betul dilayani sebaik-baiknya,” imbuh dia.

Wakil Ketua Komis VIII DPR RI ini mengaku melihat langsung adanya potensi penurunan layanan pada jamaah haji kita. Karenanya, dia meminta Kemenag berusaha keras memberikan pelayanan sempurna kepada jamaah haji di Madinah setelah selesai menjalankan puncak haji.

“Karena biasanya setelah puncak ibadah haji, pelayanan menjadi berkurang. Kami ingin memastikan pelayanan tetap dilakukan secara prima kepada jemaah haji yang tiba di Madinah pasca-puncak ibadah haji,” lanjut Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Selain itu, Kang Ace juga mencermati adanya perubahan rute kepulangan jamaah haji Indonesia 2024. Kali ini jamaah haji pulang ke Indonesia tidak melalui Madinah tapi dari Jeddah.

“Menurut laporan Direktur Pelayanan Dalam Negeri, ada keterlambatan dalam mengurus kepulangan jemaah haji yang seharusnya dari Jeddah akhirnya dari Madinah,” kata Kang Ace.

Timwas DPR sangat menyangkan cara transit bagi jammaah haji Indonesia, terlebih dahulu di Madinah setelah dari Makkah sebelum kembali ke Indonesia.

“Kalau dilihat, menjadi sangat tidak efisien. Setelah datang ke Madinah lalu melaksanakan haji di Makkah, habis itu ke Madinah lagi, baru kembali ke Tanah Air,” pungkasnya. (Red)

 

 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com