Beritabanten.com – Kelangkaan gas elpiji 3 kg yang melanda berbagai wilayah di Provinsi Banten membuat warga berang, salah satunya di daerah Tigaraksa Kabupaten Tangerangyang membututi truk pengaktur gas melon.

Warga melakukan tindakan tersebut sebagai respons atas kelangkaan gas elpiji 3 kg di tengah kebutuhan sehari-hari untuk memasak dan lainnya.

Hal tersebut buntut dari keadaan sulit dalam mendapatkan gas subsidi 3 kga tersebut semantara mendapatkanyya sangat sulit.

Kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg tersebut disebabkan oleh kebijakan bahwa hanya gerai resmi yang bisa menjualnya.

Kebijakan tersebut menjadi buah simalakama, maksud melindungi harga dan terdistribusi bagi yang berhak, tapi menambah kesulitan bagi banyak masyarakat.

Proses pembelian yang kini harus melalui jalur resmi ini membuat warga harus menghadapi antrian panjang di sejumlah gerai, yang tentunya memakan waktu dan tenaga.

Tak hanya itu, kelangkaan pasokan yang terjadi di beberapa wilayah membuat situasi semakin rumit. Banyak warga yang merasa kesulitan untuk mendapatkan gas LPG 3 kg di tempat yang jauh dari rumah atau di tengah padatnya antrian.

Hal ini memperburuk kondisi ekonomi mereka, mengingat gas LPG 3 kg adalah bahan pokok yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Kebijakan baru ini pun memicu perdebatan sengit di kalangan masyarakat, khususnya di media sosial. Warga net banyak yang mengkritik langkah pemerintah yang dinilai tidak mempertimbangkan dampak pada masyarakat.

Mereka menganggap kebijakan tersebut malah mempersulit hidup warga, terutama mereka yang tinggal di daerah-daerah yang sulit dijangkau gerai resmi.

Kritik terhadap kebijakan ini semakin mengemuka ketika banyak dari warga yang mengeluhkan jarak yang jauh antara mereka dan gerai resmi yang menjual LPG 3 kg.

Beberapa bahkan menyebut kebijakan ini sebagai bentuk pemborosan waktu, yang justru membuat masyarakat semakin terbebani di tengah krisis kelangkaan gas ini.

Meski kebijakan ini bertujuan untuk mencegah harga gas melon yang melonjak, kenyataannya tidak sedikit warga yang merasa kebijakan tersebut lebih menguntungkan pihak-pihak tertentu, sementara mereka yang membutuhkan gas dengan harga subsidi justru kesulitan mendapatkannya.

Hal ini menjadi sorotan banyak pihak yang berharap pemerintah segera menemukan solusi yang lebih tepat guna untuk mengatasi permasalahan kelangkaan gas LPG 3 kg ini.

Perdebatan ini tentu belum berakhir. Banyak yang berharap agar pemerintah segera mengevaluasi kebijakan ini agar tidak memberatkan masyarakat, serta menemukan cara yang lebih efektif untuk memastikan pasokan gas LPG 3 kg sampai ke tangan mereka yang membutuhkan dengan harga yang wajar. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com