Beritabanten.com – Kondisi ekonomi yang belum pulih menyediakan ruang kosong dalam ketersediaan barang murah bagi warga agar bisa memenuhi kebutuhannya.

Padahal warga sangat membutuhkan barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau sesuai dengan pendapatannya.

Ini menjadi alasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Perum Bulog gelar Gerakan Pangan Murah dengan beras bersubsidi dengan harga terjangkau untuk masyarakat.

Program ini digelar di Kecamatan Tigaraksa, yang menjadi titik ketiga pelaksanaan setelah sebelumnya menyasar kecamatan lain di wilayah Kabupaten Tangerang, Kamis (4/9/25).

Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah pun menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program tersebut yang diharapkan dapat menjadi solusi sementara untuk meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan harian.

“Alhamdulillah, hari ini kita menghadirkan Gerakan Pangan Murah di Tigaraksa. Ini sudah menjadi titik ketiga, dan insyaAllah akan terus berlanjut ke kecamatan lain,” ujar Wabup Intan dalam keterangan resmi yang diterima media, Kamis 4 Agustus 2025.

“Dengan harga Rp55.000 per 5 kilogram, tentu sangat membantu, apalagi di pasaran harga beras sudah menyentuh Rp76.000 hingga Rp80.000. Program ini disubsidi oleh pemerintah agar masyarakat bisa sedikit lega dalam memenuhi kebutuhan pokoknya,” dia tambahkan.

Sebanyak 400 paket beras ukuran 5 kilogram disediakan untuk masyarakat dengan harga hanya Rp55.000 perpaket. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga pasaran yang saat ini berada di kisaran Rp76.000 hingga Rp80.000.

Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah dalam acara IMO Indonesia Banten di Apkasi Otonomi Ekspo 2025 di ICE BSD pada Kamis 29 Agustus 2025 – Istimewa.

Agenda Berkelanjutan Pemerintah Daerah

Tak hanya itu, dia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda yang berkelanjutan, terutama di tengah ketidakpastian harga pangan.

“Walaupun kondisi masih belum sepenuhnya kondusif, insyaAllah gerakan ini bisa membantu masyarakat dalam beberapa bulan ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih menuturkan bahwa total beras yang disediakan untuk warga mencapai 2 ton yang disalurkan untuk masyarakat di kecamatan-kecamatan dengan tujuan menjaga stabilisasi harga di pasaran.

“Karena memang kita tahu akhir-akhir ini harga beras naik cukup tinggi dan pasokannya agak sulit. Dengan adanya program ini, kami ingin masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” jelas Resmiyati.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini akan terus diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas. “Harapannya, seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang dapat merasakan ketersediaan beras dengan harga yang lebih stabil dan sesuai kemampuan mereka,” tegasnya.

Paket berasa murah Pemkab Tangerang dan Perum Bulog – Pemkab Tangerang.

Warga Sambut Antusias

Kehadiran Gerakan Pangan Murah di Tigaraksa mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Sejak pagi, warga sudah terlihat mengantre untuk mendapatkan paket beras murah tersebut.

Banyak di antara mereka yang mengaku terbantu dengan adanya subsidi dari pemerintah, terlebih harga beras di pasar tradisional dalam beberapa bulan terakhir terus meningkat.

Seorang warga Tigaraksa, Ninis, mengungkapkan rasa syukurnya bisa mendapatkan beras murah yang diadakan Pemkab Tangerang.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu. Kalau beli di pasar harganya sudah tinggi sekali, bisa sampai Rp80 ribu. Dengan harga Rp55 ribu, saya bisa hemat untuk kebutuhan lain,” katanya penuh antusias. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com