Beritabanten.com – Pasya Pratiwi Toiti, korban dalam video syur yang viral, akhirnya memberikan pernyataan. Ia membagikan klarifikasinya melalui akun media sosial Facebook.
Klarifikasi ini ditulisnya sebagai tanggapan atas berbagai pertanyaan yang diterimanya. Pasya juga mengungkapkan bahwa dirinya sedang merasa sedih dan kecewa.
Dalam unggahan yang hanya berupa tulisan itu, Pasya akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan latar belakang hubungannya dengan sang guru, yang ternyata sudah dimulai sejak ia masuk ke sekolah tersebut.
“Karena banyaknya pertanyaan dari berbagai pihak, saya akan mencoba menjelaskan bagaimana semuanya bisa terjadi. Sejujurnya, saya merasa sangat sedih, kecewa, dan bingung menghadapi situasi ini. Semuanya dimulai ketika saya masuk di MAN 1 Gorontalo. Sebagai seorang yatim piatu, seperti yang telah saya sampaikan dalam video-video yang beredar saat saya diwawancarai oleh seorang tiktoker. Sejak awal masuk sekolah, saya sudah bertekad untuk berusaha keras menimba ilmu dan meraih prestasi karena saya tidak lagi memiliki dukungan dari orang tua,” tulisnya di awal pernyataan, Selasa (1/10/2024)
Lebih lanjut, Pasya mulai mengungkap awal mula pelecehan yang terjadi terhadapnya.
“Suatu hari, saya mulai mengalami pelecehan verbal dengan kata-kata yang tidak pantas dari Guru (DH). Saat itu, saya tidak terlalu menganggapnya serius. Namun, seiring waktu, dia mulai menyentuh, seperti menyentuh pundak, merangkul, dan hal-hal lainnya. Pada awalnya, saya yang belum benar-benar memahami apa itu kasih sayang yang sesungguhnya, menganggap hal itu seperti perhatian seorang ayah kepada anaknya, apalagi kadang ia juga memberikan bantuan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penilaian saya ternyata salah ketika dia mulai memeluk, menyentuh bagian vital, dan hal-hal lainnya,” jelas Pasya melalui unggahan di media sosial Facebooknya. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan