Beritabanten.com – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangerang Selatan menggelar Sarasehan Ramadan 2026 di Gedung Kelembagaan, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, pada Minggu sore, 15 Februari 2026.

Kegiatan ini melibatkan pengurus LPTQ Kota Tangerang Selatan, Ketua LPTQ Kecamatan se-Tangsel, Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial (Kesos) kecamatan, serta para tamu undangan. Sarasehan tersebut memunculkan semangat revitalisasi LPTQ, dengan penegasan bahwa kegiatan lembaga ini harus bersifat menyeluruh dan tidak terpaku hanya pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Pembina LPTQ Tangsel, Ahmad Tholabi Kharlie atau Prof Tholabi menjelaskan bahwa secara historis tradisi perlombaan membaca al-Qur’an di Indonesia sebenarnya telah hidup di masyarakat jauh sebelum negara mengelolanya secara resmi. Sejak sekitar tahun 1940, kegiatan musabaqah tilawatil Qur’an telah berkembang melalui organisasi ulama dan pesantren, salah satunya melalui Jam’iyyah al-Qurra’ wa al-Huffazh.

“Di era 1970-an Presiden Soeharto menyampaikan gagasan tentang pentingnya pelembagaan pembinaan al-Qur’an di Indonesia, yang kemudian melahirkan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an”, katanya.

Wakil Rektor bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga menegaskan bahwa niat baik Pemerintah saat itu adalah dalam rangka memperluas dampak positif tradisi masyarakat tersebut dengan membentuk sebuah lembaga yang kemudian dikenal sebagai LPTQ. Melalui lembaga ini diharapkan terjadi peningkatan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, bukan sekadar pelaksanaan rutin MTQ.

“Kini kita justru menghadapi kondisi yang berbalik. MTQ sering ditempatkan sebagai tujuan utama kegiatan LPTQ, yang mungkin dipengaruhi oleh berbagai kepentingan pragmatis. Padahal semangat awal pembentukannya tidak demikian,” imbuhnya.

Karena itu, Prof Tholabi mengajak seluruh pihak untuk mengembalikan marwah dan niat awal pembentukan LPTQ dengan melakukan revitalisasi berbagai program. Dengan demikian, LPTQ diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas dalam meningkatkan kualitas baca tulis Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Sudah saatnya melakukan revitalisasi agar LPTQ kembali pada niat awal pendiriannya, sehingga tidak terjebak dalam rutinitas MTQ,” demikian Tholabi menutup.

Sementara itu, Ketua II LPTQ Tangsel menyatakan pembinaan LPTQ Tangsel merupakan yang terbaik di Provinsi Banten. Ini menyusul pernyataan yang dilontarkan kepada pihaknya dari kabupaten dan kota di Banten.

Meski demikian, pembinaan itu tidak menjadikan Kafilah Kota Tangsel beranjak dari runner up selama dua tahun terakhir ini.

“Pembinaan kita diakui terbaik di Banten, tapi tetap harus kita jaga meski sampai kini masih runner up. Soal menang kalah itu mah biasa, jangan berkecil hati apalagi menyurutkan semangat membina,” dia jelaskan.

Prestasi, kata dia, merupakan proses yang terus dilakukan dalam membina peserta yang pada waktunya nanti akan menghasilkan prestasi juara umum di Banten.

“Kami berterima kasih pada para pembina yang memberikan dedikasi luar biasa dalam mendidikan kafilah. Semoga tetap istiqomah dan kuat dalam menjalankan pembinaan di masa mendatang,”

Dikabarkan, MTQ Provinsi Banten 2026 akan digelar di KP3B Kota Serang pada tanggal 3-7 Juli 2026, sehingga pasca lebaran Idul Fitri, LPTQ Tangsel harus melakukan pembinaan para peserta.

“Pasca lebarana kita mempunyai tugas berat membina para peserta yang akan devinitif pada bulan Maret ini. Kami berharap para pembina bisa terus melakukan pembinaan, baik secara on line maupun off line,” pinta dia (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com