Beritabanten.com – Mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) RI, Siti Halizah Azmi, berhasil meraih juara 3 International Health Essay kategori Best Scientific Insight dengan mengangkat isu kanker payudara sebagai permasalahan kesehatan utama di Indonesia.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang ditunjukkan oleh Siti Halizah Azmi.

Menurut Saidah, ini membuktikan penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki komitmen sosial yang kuat.

“Kami sangat bangga. Ini bukti bahwa zakat yang ditunaikan masyarakat berbuah luas melalui generasi muda yang membawa dampak nyata bagi komunitas,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Saidah juga menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus memberi akses pendidikan berkualitas kepada anak yatim dan mustahik. Karena menurutnya, pendidikan adalah salah satu jalan dalam mengentaskan kemiskinan di Indoensia.

“Semoga melalui Beasiswa Cendekia ini BAZNAS mampu mengubah perekonomian keluarga mustahik melalui pendidikan tinggi yang layak,” ujarnya.

Saidah juga berharap bahwa penerima beasiswa Cendekia BAZNAS dapat menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Siti Halizah Azmi tidak dapat menutupi rasa bahagianya. Siti mengaku, esai yang ditulisnya merupakan bentuk kegelisahannya selama ini tentang bagaimana penyakit kanker payudara ini menjadi penyebab kematian tertinggi pada perempuan.

Padahal kata dia, kemunculan penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini. Sayangnya banyak perempuan kerap abai pada kesehatannya sendiri, sehingga ketika gejala kanker sudah menunjukkan stadium lanjut baru dilakukan pengobatan di mana tingkat keberhasilannya masih rendah.

Oleh karena itu, melalui esai yang dibuatnya dengan segenap hati, Siti berharap esainya dapat menjadi inovasi di masa depan untuk menekan angka kejadian kanker payudara melalui peningkatan kesadaran, edukasi, dan pencegahan sejak dini.

“Esai ini saya susun dengan harapan dapat menjadi inovasi di masa depan untuk menekan angka kejadian kanker payudara melalui peningkatan kesadaran, edukasi, dan pencegahan sejak dini,” kata Siti.

Dalam penulisan esainya, Siti mengintegrasikan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai media konsultasi serta kolaborasi perawat dengan organisasi keagamaan, tokoh agama, pesantren, dan remaja masjid.

“Prosesnya tidak mudah karena keterbatasan waktu dan tuntutan kebaruan ide. Namun, dengan niat kuat, bimbingan dosen, serta dukungan keluarga dan teman, saya belajar terus berprogres dan menebar manfaat yang lebih luas,” ungkapnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com