Beritabanten.com – Konflik antara manusia dan harimau kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Lampung Barat, yang menambah daftar korban jiwa menjadi empat orang.
Hal ini diungkapkan oleh Komandan Kodim 0422 Lampung Barat, Letkol Inf Rinto Wijaya.
Rinto menjelaskan bahwa pihaknya telah menangkap dua harimau yang terlibat dalam insiden tersebut dan menyerahkannya kepada pihak berwenang.
Namun, untuk harimau ketiga, pihaknya tidak akan melakukan penangkapan dan akan mengimbau masyarakat agar tidak memasuki kawasan hutan lindung yang menjadi habitat satwa liar yang dilindungi.
“Konflik ini terjadi karena berkurangnya mangsa alami harimau akibat aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dan perburuan liar,” terang Rinto.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga populasi harimau Sumatra yang terancam punah dan menegaskan bahwa penangkapan semua harimau di kawasan tersebut dapat mengganggu ekosistem konservasi.
Untuk itu, Rinto mengimbau masyarakat agar tidak menggarap lahan di kawasan TNBBS serta menghentikan perburuan liar demi melindungi satwa liar dan mencegah konflik yang dapat menimbulkan korban jiwa lebih banyak lagi.
Pihak berwenang terus berupaya menjaga keseimbangan antara perlindungan satwa dan keselamatan masyarakat, dengan mengedukasi warga untuk menghormati batas kawasan konservasi. (Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan