Beritabanten.com – Ketua Umum Tangsel Bersatu, didampingi oleh Ketua Humas Tangsel Bersatu dan Ketua Badan Eksekutif, melakukan kunjungan ke SMKN 5 Tangsel pada hari Selasa (01/10/2024).
Kunjungan ini diadakan untuk mendiskusikan dan mengklarifikasi isu pelecehan yang beredar di kalangan masyarakat terkait sekolah tersebut.
Dalam diskusi yang dihadiri oleh dewan guru SMKN 5 Tangsel, Wakil Kepala Sekolah memberikan penjelasan bahwa tidak ada murid SMKN 5 yang menjadi korban pelecehan.
“Kami telah memastikan bahwa berita tersebut adalah hoaks, tidak ada murid yang dilecehkan di SMKN 5,” jelasnya.
Meskipun demikian, terdapat dugaan bahwa pelaku benar melakukan pelecehan, namun bukan di lingkungan SMKN 5 Tangsel. Pihak sekolah juga menyampaikan keprihatinan mereka terkait kurangnya informasi mengenai latar belakang dugaan pelaku sebelum dipekerjakan di sekolah tersebut.
“Kami tidak mendapatkan informasi sebelumnya terkait latar belakang pelaku,” ujar salah satu perwakilan sekolah.
Berdasarkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten, dugaan pelaku telah diberhentikan dari SMKN 5 melalui saluran WhatsApp pada Senin (23/09).
Ketua Umum Tangsel Bersatu menekankan pentingnya SMKN 5 Tangsel untuk memperkuat Tim Pencegahan Pelecehan di sekolah guna mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.
Ia juga memastikan bahwa isu yang beredar di masyarakat terkait pelecehan di SMKN 5 adalah informasi yang tidak valid atau hoaks, karena hingga saat ini tidak ada satu pun korban yang melapor.
“Kami mendapatkan seluruh informasi ini langsung dari dewan guru, mulai dari Wakil Kepala Sekolah, Wakil Kurikulum, Guru BK, hingga Humas SMKN 5 Tangsel. Saat ini, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memulihkan citra SMKN 5 di mata masyarakat,” tutupnya.
Berita ini telah diunggah di akun Instagram resmi Tangsel Bersatu: @official_tangselbersatu. (azk)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan