Beritabanten.com – Arus jalan liburan Natal dan Tahun Baru 2026 atau Nataru di Kabupaten Pandeglang siap melayani para pengguna jalan. Warga yang hendak menghabiskan liburan Nataru bisa melalui jalan dengan aman dan nyaman.

Layanan tersebut bakal dibadirkan oleh keberadaan posko komando di Jalan Raya AMD Lintas Timur, Kecamatan Kadubanen, Kabupaten Pandeglang. Posko dari Kementerian Perhubunhan atau Kemenhub RI tersebut sengaja hadir untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Keberadaan posko ini berfungsi sebagai pusat pantauan kondisi jalan. Selain itu Petugas di lapangan juga disiapkan untuk memberikan layanan informasi arah dan lokasi wisata bagi para pendatang.

Adapun layanan darurat perbaikan jalan menjadi fokus utama dalam pengamanan jalur tahun ini. Kementerian PU membagi tim ke dalam dua wilayah pemantauan, yakni ruas jalan Pandeglang menuju Serang dan Pandeglang menuju Labuan.

Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kerusakan jalan dapat segera ditangani tanpa menghambat mobilitas warga maupun wisatawan.

Pengawas Lapangan Kementerian PU, Mohammad Soche mengatakan, personel PU disiagakan untuk menerima laporan warga terkait hambatan di jalan raya seperti genangan banjir atau kerusakan aspal.

“Fokus kami adalah penanganan langsung di tempat, khususnya pemeliharaan agar jalan-jalan yang berlubang segera rata kembali,” ujarnya, dikutip.dari RRI pada Sabtu (27/12/2025).

Tim Kementerian PU mencatat kerusakan berupa jalan berlubang di sejumlah ruas jalan strategis, khususnya jalur Labuan, masih menjadi kendala teknis utama yang terus disoroti.

Soche mengakui adanya laporan masyarakat terkait titik-titik kerusakan di wilayah Pandeglang tersebut, timnya pun telah bergerak cepat melakukan penambalan darurat guna menjamin keamanan pengendara.

​”Kami mendapatkan informasi kondisi di Labuan, ada beberapa titik berlubang yang saat ini sudah mulai diratakan oleh tim di lapangan,” ucap Soche.

Posko yang dijadwalkan beroperasi hingga 4 Januari 2026 ini diperkuat oleh sinergi antara tenaga internal dan konsultan. Menurut Soche setiap harinya, tiga personel Kementerian PU bersiaga dengan dukungan dua orang konsultan.

“Pola penyiagaan ini diharapkan mampu meminimalisir risiko kecelakaan akibat infrastruktur yang tidak memadai selama puncak arus mudik dan balik,” ujar dia. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com