Beritabanten.com – Gelombang arus balik usai perayaan Idulfitri 1447 Hijriah mulai meningkat. Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyoroti kemungkinan bertambahnya penduduk dari luar daerah atau urbanisasi setelah Lebaran.
Dalam keterangannya, ia tidak melarang masyarakat datang ke wilayah Tangerang Selatan untuk mencari penghidupan. Namun, ia mengingatkan agar jumlah anggota keluarga yang kembali tidak bertambah dibanding saat mudik.
“Kalau berangkat empat orang, sebaiknya kembali juga empat orang, jangan malah bertambah,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Meski demikian, Benyamin menekankan pentingnya pendatang baru untuk melapor ke pengurus lingkungan setempat, seperti RT dan RW. Hal ini dinilai penting agar pemerintah dapat mendata serta memastikan administrasi kependudukan berjalan dengan baik.
Ia juga menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk mencari peluang di kota besar. Namun, ia berharap para pendatang memiliki keterampilan yang memadai agar tidak menjadi beban, baik bagi keluarga maupun pemerintah daerah.
Menurutnya, urbanisasi tidak bisa dicegah sepenuhnya. Karena itu, ia berharap pembangunan ekonomi di daerah asal masyarakat bisa terus meningkat sehingga arus perpindahan ke kota besar dapat ditekan.
Benyamin turut mengungkapkan bahwa jumlah penduduk Tangerang Selatan pada 2025 mencapai sekitar 1,47 juta jiwa dengan tingkat kepadatan hampir 9.000 jiwa per kilometer persegi.
Ia menambahkan bahwa mayoritas penduduk kota tersebut berada pada usia produktif, yakni lebih dari 70 persen, dengan rasio ketergantungan sekitar 38 persen. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan