Beritabanten.com – Aroma gurih dan renyah dari berbagai jenis keripik memenuhi rumah produksi Lestari, mustahik penerima program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) di Banjarmasin. Dari keripik tempe, keripik usus ayam crispy, hingga keripik daun bayam dan akar pinang, semua tersusun rapi, siap dikemas dan dipasarkan.
Puluhan tahun merintis usaha makanan ringan, Lestari kini menikmati hasil dari kerja kerasnya. Dengan dukungan BAZNAS, omzet usahanya meningkat drastis. Setiap hari, ia mampu meraup Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, dan pada periode Lebaran, penjualannya melonjak hingga Rp10 juta.
“Alhamdulillah, sejak dibantu BAZNAS, khususnya dalam perbaikan kemasan, semakin banyak yang berminat. Bahkan reseller lebih memilih kemasan baru ini,” ujar Lestari, sambil menata keripik yang baru selesai dikemas.
Usaha yang diberi nama ‘Cemilan Beraup’ ini kini semakin berkembang. Dukungan BAZNAS tidak hanya berupa modal awal melalui pembiayaan qardhul hasan sebesar Rp3 juta, tetapi juga pendampingan berkelanjutan. Pendampingan tersebut meliputi peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, dan perbaikan kemasan agar lebih menarik bagi konsumen.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menekankan bahwa keberhasilan Lestari menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Keberhasilan ini menjadi kebahagiaan kita semua. Ini hasil kolaborasi antara keuletan mustahik, dukungan para muzaki, serta sistem pembinaan yang berkelanjutan dari BAZNAS,” ujar Idy.
Program BMD, kata Idy, bertujuan agar mustahik tidak hanya menerima bantuan modal, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha mandiri. Dalam jangka panjang, para mustahik yang berhasil dapat menjadi muzaki, atau bahkan berkontribusi melalui zakat mereka sendiri.
“Kisah Lestari menjadi cermin dari apa yang bisa dicapai ketika akses permodalan bertemu dengan pendampingan yang tepat sasaran,” tambah Idy.
Bagi Lestari, setiap keripik yang dikemas adalah simbol harapan. Harapan untuk membangun usaha yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan inspirasi bagi mustahik lain. Dengan strategi pemasaran yang lebih terarah, kualitas produk yang meningkat, serta kemasan yang menarik, ia optimistis usahanya akan terus berkembang.
“Semoga ini menjadi awal yang baik bagi saya dan mustahik lain. Dengan dukungan yang tepat, kami bisa mandiri dan bahkan membantu orang lain di masa depan,” ujar Lestari sambil tersenyum.
Cemilan yang dulu hanya dikenal di lingkup kecil kini mulai merambah pasar lebih luas. Dari rumah produksi kecil di Banjarmasin, ‘Cemilan Beraup’ menjadi bukti nyata bahwa dukungan zakat dan pendampingan berkelanjutan dapat mengubah kehidupan mustahik, membuka jalan menuju kemandirian ekonomi, dan memberdayakan masyarakat. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan