Beritabanten.com — Kementerian Kesehatan memulai program imunisasi measles-rubella (MR) bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, dan dokter internship.
Langkah ini ditujukan untuk melindungi kelompok berisiko tinggi sekaligus menekan penularan campak di fasilitas layanan kesehatan.
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan program ini menyasar lebih dari 39 ribu tenaga medis dan 223 ribu tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. Selain itu, sekitar 28 ribu dokter internship juga menjadi target vaksinasi.
“Tenaga kesehatan merupakan kelompok yang rentan tertular. Imunisasi MR diharapkan memberi perlindungan sekaligus membantu pengendalian kasus campak,” ujar Andi dalam keterangan daring, Jumat, 10 April 2026.
Data surveilans Kemenkes menunjukkan tren kasus campak menurun. Pada pekan pertama 2026, kasus tercatat mencapai 2.220, lalu turun menjadi 195 kasus pada pekan ke-13.
Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di sejumlah provinsi dengan angka kasus tinggi seperti Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.
Program imunisasi dimulai 10 April 2026 di rumah sakit tempat tenaga kesehatan bekerja. Vaksin diberikan dengan dosis 0,5 ml secara subkutan, dengan ketentuan berdasarkan riwayat imunisasi sebelumnya.
Kegiatan pencanangan dilakukan serentak di sejumlah rumah sakit rujukan, antara lain RSUP H. Adam Malik di Medan, RSUP Dr. Mohammad Hoesin di Palembang, hingga RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso di Jakarta.
Direktur Utama RSUP H. Adam Malik, dr. Zainal Safri, menyatakan program ini penting mengingat perlindungan imunisasi sebelumnya belum tentu optimal. Rumah sakit tersebut menargetkan 160 tenaga kesehatan menerima vaksin pada hari pertama.
Di Palembang, RSUP Dr. Mohammad Hoesin menyiapkan layanan bagi 100 tenaga kesehatan. Sementara RSPI Sulianti Saroso mencatat peningkatan kasus campak sepanjang tahun ini.
Seorang dokter internship di RSUD Kota Bandung, dr. Rizky, menilai vaksinasi ini memberi perlindungan tambahan, tidak hanya bagi tenaga kesehatan, tetapi juga pasien dan lingkungan kerja. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan