Beritabanten.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mennggelar acara Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia di Kantor di Jl. Matraman Raya No.134, Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur 13150.

Acara yang digelar pada hari ini Senin 2 Feburuari 2026 berrujuan untuk membedah penguatan literasi zakat dari sisi media, kebijakan dan pemberayaan ummat dengan menghadirkan nara sumber dari berbagai kalangan.

Hadir sebagai nara sumber Pimpinan BAZNAS RI Rizalaudi Kurniawan dan Saidah Sakwan, Pimred Republika Andi Muhyiddin dan Pimred Kompas Amir Sodikin. Semua pembicara akan membicarakan perjalanan pengelolaan zakat selama lima tahun terakhir.

Rizaludin menyatakan pengumpulan 300 Miliar jadi 1,2 selama lima tahun dari 2020 sampai 2025 dengan beragam trobosan dalam bidang pengumpulan. Dia katakan fund rising dalam komteks zakat adalah memberikan nilai tambah atau x-change value.

“Donatur telah banyak memberikan segala-galanya kepada BAZNAS RI, tinggal bagaimana cara memberikan nilai tambah bagi mereka. Kita ingin membantu cara mewujdkan semua impian donatur menjadi paling bermanfaat di dunia,” katanya.

Pihaknya, dikatakan, dalam memberikan nilai tambah kepada para calon donatur dengan tiga cara utama mereka menjadikan perasaan lebih dibandingkan di tempat lain.

“Para danatur harus mendapat pelayanan yang baik, kalau bank memperbanyak ATM kalai kita memperbayak unit pelayanan. Ada pengalaman unik dan menarik bagi donatur sekaligus nanti sekaligus perubahan dengan transformasi menuju lebih baik dalam kehidupan para donatur,” jelas dia

Mereka juga, tambah Rizaludin akan meraskan sesuatu yang bebeda dengan dirinya jika mendonasikan zakat ke tempat lain sehingga akan merasa nyaman sekaligus akan kembali atau retensi dalam donasi zakat

”Dari pertama menjabat pada tahun 2020, pimpinan mengetahui bahwa terdapat 80 persen donatur kapok untuk berdonasi kembali ke BAZNAS. Kini alhamdulillah tingaky retensi donatur sejumlah 64 persen. Ini artinya donatur merasa nyaman untuk donasi kepada BAZNAS,” tegas dia.

Rizaludin terus memaparkan bahwa kini BAZNAS RI terus meningkatkan layanan kepada donatur, terutama untuk kalangan milenial yang jumlahnya cendrung meningkat seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Jumlah donatur dari kalangan milenial merokot, terutama usia 18-30 tahun yang berdonasi secara on line.

“Jumlah donatur terbanyak dari kalangan milenial yang butuh penanganan lebih intensif karena mereka sangat melek digital. Nanti kami akan terus menguatkan pelayanan pada kalangan milenial,” demikian Rizaludin menutup.

Sampai berita ini tayang, acara masih berlangsung dengan menyisakan tiga nara sumber yang akan mendedah materi kebijakan zakat dan peran media dalam penguatan literasi zakat (Red)

 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com