Beritabanten.com – Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Tangerang Selatan KH Muhammad Sobron Zayyan menyebut kenangan indah terkait Kora Yogyakarta Provinsi DI Yogyakarta.
Kenangan tersebut adalah meraih juara pertama dalam canbang Fahmil Quran, semacam lomba cerdas cermat berisi materi keagamaan Islam secara beregu tiga orang dalam Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ).
Waktu itu, MTQ Nasional ke-31 yang digelar di Kota Yogyakarta yang dibuka oleh Presiden Soeharto, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Quraniyyah tersebut sampai mendapatkan hadiah bisa berangkat ke tanah suci.
“Alhamdulillah saya mendapat juara ke satu dalam MTQ Nasional di Kota Yogyakarrta dengan hadiah pergi tanah suci,” katanya ketika memberi sambutan dalam Studi Tiru LPT Tangsel ke LPTQ Kota Yogyakarta
Kegiatan itu dihelat di Kantor Kemenag Kota Yogyakarta di Jl. Ki Mangun Sarkoro No.43 A, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55111, pada Senin 24 November 2025.
Ketua Umum LPTQ Kota Yogyakarta sekaligus Kepala Kemenag Kota Yogyakarta Ahmad Shidqi bersama jajaran pengurus tampak terkaget campur haru mendengar peristiwa 34 tahun silam memberikan kenangan indah bagi tamunya.
KH Sobron, biasa disapa, menyebutkan pencapaian tersebut membuat dirinya makin mecintai Kota Yogyakarta mengingat keberadaan Pondok Pesantren Krapyak, Jl. KH. Ali Maksum yang mengkhususkan pada hapalan dan membaca Al-Quran dengan alumni yang berkiprah di tamah air.
“Kami memilih Kota Yogyakarta karena menjadi rujukan dengan kehadiran pesantren Ali Maksum yang banyak melahirkan alumni tersebar di tanah air. Pengurus kami juga ada yang alumni pesantren tersebut,” dia tambahkan.
Dia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan dan berbagi pengalaman dari LPTQ Kota Yogyakarta yang melakukan beragam terobosan menjaga tradisi membaca Al-Quran di kalangan pelajar.
Kota tempat kelahiran Muhammadiyah itu, dikatakan, mampu memberikan contoh dalam menjadikan program LPTQ tidak hanya soal menang di hajatan MTQ, tapi juga menjaga tradisi baca Al-Quran dengan program Kampung Mengaji.
‘Kami merasa mendapat semangat baru dalam merawat tradisi membaca Al-Quran di kalangan anak didik. Ini menjadi pelajaran berharga untuk dilakukan di Tangsel, sebagai kota mengusung moto Cerdas, Modern dan Religius” demikian dia menutup.
Studi Tiru LPTQ Kota Tangsel juga dilakukan ke LPTQ Kabupaten Kudus yang diselenggarakan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Kudus di Jl. Simpang Tujuh No.1, Kudus, Demaan, Kec. Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59313 pada Minggu 23 November 2025. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan