Beritabanten.com – Pemerintah Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan AEON Environmental Foundation (AEF) Jepang dan Emil Salim Institute melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Taman Mangrove Ketapang, Senin (21/07/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 sukarelawan dari berbagai daerah di Indonesia, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan generasi mendatang.  Ini juga sebagai upaya pelestarian lingkungan pesisir,

Perwakilan AEF, Nishihara Kensaku, menjelaskan bahwa lokasi penanaman dipilih atas rekomendasi dari Prof. Emil Salim, yang turut terlibat dalam penentuan wilayah tersebut.

Ia menyampaikan bahwa penanaman mangrove ini bukan hanya untuk menghijaukan kawasan pantai, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam mengatasi banjir, mencegah abrasi, dan memulihkan ekosistem pesisir.

Antisipasi Pemanasan Global

“Bakau berperan besar dalam menyerap karbon dioksida, mengurangi pemanasan global, dan menahan abrasi pantai akibat naiknya permukaan laut. Saya berharap dari 1.000 pohon ini akan tumbuh hutan mangrove yang subur dan menjadi habitat beragam makhluk hidup,” ujar Nishihara.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, terutama dalam hal perlindungan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, turut mengapresiasi kolaborasi ini. Ia menyebut keterlibatan pihak swasta seperti AEF sangat strategis, mengingat persoalan banjir dan abrasi menjadi tantangan di beberapa wilayah pesisir Tangerang.

“Ini bentuk nyata kontribusi sektor swasta dalam membantu daerah mengatasi persoalan lingkungan. Selain itu, bakau juga memiliki banyak manfaat ekologis lainnya,” ungkap Soma.

Sebagai informasi, AEON Environmental Foundation adalah lembaga nirlaba asal Jepang yang berdiri sejak 1990 dan telah menanam lebih dari 12,68 juta pohon di 11 negara.

Di Indonesia, AEF telah melakukan kegiatan penanaman sejak 2011, termasuk di Jakarta, dengan total 94.000 pohon ditanam oleh lebih dari 8.000 sukarelawan dari Jepang dan Indonesia.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat, dan Taman Mangrove Ketapang bisa menjadi kawasan edukasi dan konservasi andalan di Kabupaten Tangerang. (Nul)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com