Beritabanten.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersepakat berdayakan masyarakat agar lepas dari kemiskinan ekstrem.

Demikian mengemuka dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Deputi II Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Nunung Nuriyanto dan Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan

Peristiwa itu  disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang PMK Muhaimin Iskandar, Ketua BAZNAS RI, KH. Noor Achmad, M.A., dan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.

Menko PMK Gus Muhaimin, biasa disapa, menyatakan, kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang harus diselesaikan secara gotong royong dengan melibatkan semua pihak.

“Kita bersama-sama memulai sebuah kolaborasi dan sinergi antara lembaga pemerintah, filantropi, dan sektor lainnya untuk mendukung program-program pemberdayaan masyarakat,” katanya, di Sukasari, Bogor, Senin (5/5/25).

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya membangun ekosistem yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi masyarakat dalam menghadapi tantangan kemiskinan.

“Program ini bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, yang menekankan kerjasama multipihak untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI,  KH. Noor Achmad,  menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam optimalisasi pengelolaan zakat untuk menjawab isu-isu sosial kemasyarakatan yang mendesak.

“MoU dengan Kemenko PMK ini mencakup dukungan pelaksanaan di bidang pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan program pengelolaan zakat yang efektif, serta bentuk kerja sama lainnya yang disepakati bersama,” ucapnya.

Pihaknya percaya, zakat dapat menjadi instrumen kuat dalam memperkuat program pengentasan kemiskinan secara kolaboratif.

“Mudah-mudahan dengan kolaborasi bersama ini kita bisabersatu dalam menyelesaikan pengentasan kemiskinan serta memperkuat pemberdayaan masyarakat agar para mustahik bisa lebih sejahtera,” ucapnya.

Penandatanganan MoU ini dilaksanakan dalam rangkaian Soft Launching Sentra Cipta Mandiri (SCM). Turut hadir dalam acara ini berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman, Rektor IPB, Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, serta mitra strategis seperti Kementerian Sosial, BPJS Ketenagakerjaan, RS Marzoeki Mahdi, Bank Mandiri, BSI Maslahat, dan Bank BJB Bogor. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com