Beritabanten.com – Keperluan sarana dan prasarana sanitasi bagi para santri pondok pesantren Daarul Husna kini tersedia dengan baik.
Pesantren tersebur beralamat di Jl. Bhayangkara, Kp. Cinangka Kaum RT. 01/01 Ds. Cinangka Kec. Ciampea Kab. Bogor Jawa Barat.
Pantauan media ketika acara temu wali murid dan pengasuh pesantren pada hari ini Sabtu (4/5/2025) terdapat sarana dan prasarana sanitasi yang tampak mewah dan kokoh.
Bangunan berbentuk kubus tersebut beratapkan genteng dari kaleng, enam toilet kiri-kanan dan keran untuk para pengguna yang hendak berwudu.
“Alhamdulillah pak, kami bisa nyaman dan aman untui mandi, wudu dan keperluan bebersih pesantren,” ucap seorang santri bernama Sumayyah Kamilah Marfi pada media, Minggu.
Dia yang kini duduk di kelas sembilan tersebut, mengatakan fasilitas tersebut selesai dibangun pada tahun 2024.
“Seingat saya tahun 2024 selesainya. Kami kan tiap hari lihat para pekerja membangunnya,” kata dia.
“Pak kyai menyampaikan, dibangun oleh kementerian PUPR pas pengumuman tanda mulai boleh digunakan tahun lalu di masjid,” dia tambahkan.
Sumayyah jelaskan para santri secara bergiliran membersihkan fasiltas tersebut, terutama kalau habis ada acara di pondok.
“Ini kan sayang, mewah banget pak. Bangunannya juga kan terlihat kokoh. Ada tangganya lagi,” tutup dia.
Melansir laman resmi Kementerian PUPR RI pu.go.id bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun infrastruktur pendidikan dan sarana dan prasarana sanitasi melalui program Padat Karya Tunai (PKT) untuk menunjang kesehatan siswa dan santri di Pondok Pesantren/Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK).
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan terpenuhinya sanitasi dan air bersih akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, salah satunya adalah para santri yang tengah menempuh pendidikan di pondok pesantren.
“Selain infrastruktur yang besar, Kementerian PUPR juga mendapat tugas untuk membangun infrastruktur kerakyatan. Pembangunan infrastruktur kerakyatan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Menteri Basuki, tahun lalu.
Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR pada Tahun Anggaran 2024 telah membangun sarana dan prasarana sanitasi di LPK sebanyak 1.279 unit dengan anggaran Rp255,8 miliar. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan