Beritabanten.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, berencana memulai pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian-Serpong pada tahun depan untuk memastikan ketersediaan air bersih di Jakarta.

“Insya Allah, kami akan mempercepatnya. Masih ada beberapa hal yang perlu diselaraskan untuk pembangunan SPAM Karian-Serpong,” ujar Menteri Dody di Jakarta pada Jumat (27/12/2024).

Menteri Dody menjelaskan bahwa Kementerian PU perlu memastikan bahwa pasokan air minum di Daerah Khusus Jakarta (DKJ) dapat terpenuhi dengan baik. Salah satunya adalah dengan membuat peraturan yang melarang masyarakat untuk mengambil air tanah.

Kementerian PU menargetkan pada 2030, masyarakat Jakarta sudah tidak lagi menggunakan air tanah, karena penggunaan air tanah dapat menyebabkan penurunan tanah di Jakarta.

SPAM Regional Karian-Serpong akan menyediakan air minum untuk wilayah Kota Tanggerang Selatan, Kota Tangerang, dan DKI Jakarta. Proyek ini meliputi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas 4.600 liter per detik, pipa transmisi sepanjang 25,2 km, reservoir utama berkapasitas 10.000 m3, serta pompa transmisi air minum curah dan titik serah offtake.

Air minum yang dihasilkan akan dibagi untuk DKI Jakarta (3.200 l/detik), Kota Tangerang (750 l/detik), dan Kota Tangerang Selatan (650 l/detik).

Sebagai informasi, SPAM Regional Karian-Serpong merupakan proyek kedua di bawah kewenangan pusat setelah SPAM Regional Jatiluhur I, yang telah memulai tahap operasional komersial pada 18 Desember 2024.

SPAM Jatiluhur I merupakan Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) unsolicited yang dimulai konstruksinya pada 19 Januari 2022.

Proyek ini bertujuan untuk menyediakan air minum berkualitas bagi masyarakat di Jakarta, Kota dan Kabupaten Bekasi, serta Kabupaten Karawang, dengan kapasitas total 4.750 liter per detik yang akan disalurkan ke 380.000 Sambungan Rumah (SR), untuk 1,9 juta penduduk di Jakarta (4.000 l/detik), Kota Bekasi (300 l/detik), Kabupaten Bekasi (100 l/detik), dan Kabupaten Karawang (350 l/detik).

Distribusi air direncanakan dilakukan secara bertahap dalam lima tahun ke depan. (Azk)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com