Beritabanten.com – Istigosah dan Haul KH Mustafa Hadi bin Hasan Taruji Bin Hasan Marwi berlangsung di Masjid An Nur, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan pada Sabtu (21/12/2024) tadi malam.
Ribuan jamaah berbaju putih melangitkan doa dan sholawat di tengah sunyi malam di penghujung 2024.
Istighosah berlangsung dengan dipimpin oleh KH Abdullah Asad secara khusus selama satu jam. Tawasul (doa untuk yang meninggal) dilantukan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, tabit attabinin, para wali, ulama dan almarhum KH Mustafa Hadi bin Hasan Tarujibin Marwi (28), KH Rahmat Yusuf bin Atmadijoyo (12) serta KH Ahmad Gazalie Masroeri bin Ahmad Masroeri (5).
KH Mustafa Hadi bin Hasan Taruji bin Hasan Marwi (28) adalah ayahanda KH Hasan Mustofi selaku tokoh ulama Pondok Cabe Udik yang juga sebagai Ketua Komisi Hukum dan Fatwa MUI Kota Tangsel.
KH Hasan menyatakan, istighosah yang biasa digelar rutin setiap bulan dimajukan dari jadwal mengingat berdekatan dengan liburan akhir tahun.
“Istighosah rutin bulanan bersama Padepokan Al Qur’an Tanpa Nama pimpinan KH Abdullah Asad sedianya dilaksanakan diakhir bulan. Namun mengingat banyak jamaah yang akan libur, maka dimajukan,” ujar mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang itu.
KH Hasan menyampaikan rasa syukur atas dukungan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) An Nur Pondok Cabe Udik dengan merelakan tempat memadai untuk menampung ribuan jamaah, mengingat jika dilaksanakan di rumahnya tidak cukup.
“Sekaligus sebagai tahaddus binni’mah haul ayah kami KH Mustofa Hadi bin Taruji bin Hasan Marwi, yang wafat pada tahun 1996 dan tepat hari ini haul hari yang ke 28. Sedangkan haul untuk Abah Istri haul yang ke 12,” ujarnya.
Pembina Juru Sembelih Halal (Juleha) Kota Tangsel ini tersebut menjelaskan makna istighosah adalah rangkaian doa dan sholawat yang dilakukan dengan semangat bersungguh-sungguh. Dia harapkan para jamaah yang biasa rutin istighosah akan menemukan pintu menuju harapan kebaikan dunia dan akhirat.
“Ini menjadi pencerahan hati selalu deket dengan Allah SWT. Semoga ketiga almarhumah dan kerabat kita dalam Ridha Allah SWT. Semoga malam ini bertabur berkah sehingga hajat kita diijabah Allah SWT,” doanya.
Di penghujung rangkaian haul, siraman rohani disampaikan KH Ahmad Sofyan Mastas. Ia menyampaikan haul itu makanya dekat karena sering diinget.
“Antara dunia dengan alam barzah dekat. Hanya dibalik tirai. Maka ulama mengatakan kematian seorang alim itu hanya pindah,” pesannya
Dijelaskan tujuan haul ada tiga. Pertama, untuk memohonkan ampun almarhum almarhumah, kedua nginget-ingat kenaikan yang pernah dilakukan almarhum dan ketiga tujuan diadakannya haul supaya bisa berkumpul dengan orang-orang shaleh.
Karena itu, kata dia, orang baik itu bukan pengakuan tapi berdasarkan pengakuan dari banyak yang telah merasakan kebaikan yang terus menerus hinnga membekas
“Mudah-mudahan keluarga mengenang almarhum, sehingga amal kebaikannya terus bertambah,” pesannya.
Rangkaian acara berlangsung dengan pembawa acara Ketua Muallaf Centre KH Aep Saepudin yang dihadiri oleh jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan di antaranya KH Ahmad Bukhori, KH Bahrudin, KH Haryadi dan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tangsel Yusnaidi.
Sementara jamaah jamaah terdiri dari warga sekitar, jamaah, jamaah rutinan bulanan istighosah, ulama dan tokoh masyarakat, MWC Nahdhatul Ulama (NU) Kecamatan Pamulang. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan