Beritabanten.com – Rencana pemindahan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Cikeusal yang terdampak proyek pembangunan tol Serang-Panimbang masih belum memiliki kepastian.

Pihak sekolah menyatakan bahwa mereka belum menerima informasi mengenai perkembangan rencana pemindahan tersebut.

Diketahui, SDN Inpres Cikeusal terletak di Jalan Raya Panosogan, Kampung Cikeusal Lor RT 09 RW 02, Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, tepat di sebelah pintu tol Cikeusal.

Kepala SDN Inpres Cikeusal, Jazaul Khair mengaku, belum mendapatkan kejelasan hingga saat ini mengenai progres relokasi SDN Inpres Cikeusal saat ini. Bahkan, tidak ada dari PPK jalan tol yang melaporkan mengenai hal tersebut.

“Terakhir kali berbicara dengan Pak Kabid, beliau menjelaskan bahwa komunikasi dengan pihak tol sudah dilakukan. Katanya, pembayaran lahan akan dilakukan sekitar tiga bulan, yang berarti seharusnya selesai pada bulan September karena pembicaraan ini berlangsung sekitar Juli. Namun, hingga kini, kami belum menerima informasi lebih lanjut,” katanya, kemarin.

Ia juga menyebutkan bahwa tidak bisa berkomunikasi langsung dengan pihak PPK jalan tol untuk menanyakan perkembangan tersebut karena tidak memiliki akses.

Oleh karena itu, semua informasi yang diperoleh biasanya berasal dari Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Janjusi.

“Informasi terakhir yang kami terima, kedua belah pihak sudah sepakat mengenai harga dan tinggal menunggu pembayaran. Tapi hingga kini belum ada kabar lagi,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi bangunanSDN Inpres Cikeusal semakin hari semakin memburuk, terutama setelah kejadian angin kencang dan hujan deras yang melanda pekan lalu. Banyak genteng yang jatuh akibat cuaca buruk tersebut. Ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang bisa segera meninjau kondisi sekolah.

“Bahkan, bagian belakang sekolah, termasuk lis plangnya, roboh karena tertimpa pohon ceri. Nama plang sekolah di depan juga rusak. Kami berharap pihak dinas terkait bisa melakukan survei langsung ke sekolah untuk melihat kondisi bangunan dan mengambil langkah lanjutan,” ungkapnya.

Ia berharap agar proses relokasi dapat dipercepat sehingga pembangunan sekolah yang baru bisa segera dimulai. Dengan demikian, relokasi bisa terlaksana lebih cepat.

“Kami berharap semuanya bisa segera dilakukan. Mudah-mudahan pada tahun 2025 pembangunan bisa dimulai, sehingga pada tahun ajaran baru kami dapat pindah ke sekolah yang baru,” ujarnya. [Rzm]

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com