Beritabanten.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang Gelar Inovasi Teknologi Pertanian Tepat Guna dengan tema “Pemanfaatan Inovasi Teknologi Untuk Meningkatkan Produksi Pertanian Menuju Tangerang Mandiri Tahan Pangan” di GSG Tigaraksa, kemarin.

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut merupakan untuk para Balai Penyuluhan Pertanian bisa meningkatkan potensi yang ada dengan segala keahlian yang ada mereka miliki.

“Kami memberikan tiga arahan kepada para penyuluh dan para petani harus memiliki yaitu insiatif, kreatif dan inovatif. Untuk para penyuluh atau petani ternyata dapat melakukan hal- hal yang bermanfaat untuk dapat di implementasikan yaitu dengan mengembangan inovasi di pertanian diantaranya pembuatan pupuk cair dengan bahan bahan dasar yang berasal dari lingkungan sekitar seperti limbah kulit udang, sabut kelapa, sayuran dan buah buahan yang terbuang, telur keong dan lainnya,” tutur Asep, kemarin.

Dia menyampaikan, bahwa Gelar Inovasi Teknologi Pertanian Tepat Guna merupakan yang pertama kali digelar sebagai kegiatan rutin Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) demi memajukan pertanian di Kabupaten Tangerang.

“Inovasi teknologi sejatinya diciptakan untuk mempermudah kehidupan, Karena itu, teknologi yang sesuai dan tepat guna harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya para petani” ujarnya.

Dari 8 BPP salah satu BPP Kaliasin telah menemukan satu konsep yaitu temuan terkait dengan pupuk cair dengan bahan dasar berasal dari telor keong diikuti dengan BPP lainnya dengan menggunakan bahan dasar dari limbah sayuran buah buahan kulit udang serta sabut kelapa.

“Tiap BPP akan mengembangkan komoditas unggulan hasil produksi pertanian yang berbeda beda. Saat ini sudah ada produk unggulan yaitu adanya jagung pulut, dan jagung hitam, beras hitam, kacang panjang merah dan lainnya,” tutur dia.

Menurutnya, hasil produksi pertanian tersebut bisa melalui peningkatan diversifiksi pangan sebagai produksi turunan dari bahan baku yang ada sehingga tentunya memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Pihaknya tetap menunggu ide dan gagasan baru untuk meningkatkan kemajuan para penyuluh dan para petani.

“Ini tidak hanya dilaksanakan tapi terus berkelanjutan setiap tahun hingga memberikan motivasi dan edukasi kepada para petan,” ujarnya.(Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com