Beritabanten.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengajak masyarakat untuk mulai memperbaiki pola makan dalam peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 yang jatuh pada Jumat, 17 April 2026.
Ajakan ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Fokus utama dari kampanye ini adalah mendorong konsumsi gizi seimbang sebagai langkah konkret untuk menekan angka stunting serta berbagai persoalan gizi lainnya yang masih ditemukan di lapangan.
Pemkot Tangsel menilai, perubahan pola makan merupakan fondasi penting yang harus dibangun sebelum intervensi kesehatan lainnya dapat berjalan efektif.
Kampanye pola makan sehat itu menggema dalam kegiatan yang digelar di Aula Blandongan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan serta Kepala Dinas Kesehatan Allin Hendalin Mahdaniar.
Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjadikan isu gizi sebagai prioritas pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Pilar menegaskan bahwa peringatan Hari Gizi Nasional harus dimanfaatkan sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama.
Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola konsumsi sehat masih perlu terus ditingkatkan.
“Pola makan sehat bukan hanya soal pilihan, tapi kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup masyarakat ke depan,” ujar Pilar, ditulis redaksi pada Minggu 19 April 2026.
Pemerintah daerah juga memandang bahwa upaya perbaikan gizi merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Intervensi sejak usia dini dianggap krusial, mengingat dampak kekurangan gizi dapat bersifat permanen dan memengaruhi perkembangan fisik maupun kognitif anak.
Tanpa adanya perubahan pola makan yang signifikan, berbagai program kesehatan yang telah dirancang berisiko tidak memberikan hasil optimal.
Bahkan, intervensi yang sudah berjalan dapat kehilangan efektivitasnya jika tidak didukung oleh kesadaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

Kasus Gizi Masih Ditemukan
Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, mengungkapkan bahwa persoalan gizi di wilayahnya belum sepenuhnya terselesaikan.
Ia menyebutkan bahwa kasus gizi kurang pada anak serta kekurangan energi kronis pada ibu hamil masih ditemukan di beberapa titik.
Menurut Allin, penanganan masalah ini membutuhkan pendekatan yang komprehensif melalui intervensi spesifik dan sensitif.
Intervensi spesifik mencakup layanan kesehatan langsung seperti pemantauan kondisi ibu hamil, pemberian makanan tambahan bergizi, serta edukasi terkait pola makan sehat.
Sementara itu, intervensi sensitif berkaitan dengan faktor pendukung di luar sektor kesehatan, seperti perbaikan sanitasi lingkungan, akses terhadap air bersih, serta penyediaan lingkungan yang sehat dan layak huni.
“Penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial. Semua faktor harus disentuh secara bersamaan agar hasilnya maksimal,” kata Allin.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Lilis Suryani menilai bahwa pola makan masyarakat masih menjadi tantangan utama.
Ia menyoroti pentingnya edukasi gizi yang berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap makanan, tetapi juga memahami nilai gizi yang dikandungnya.
Menurutnya, persoalan gizi bukan semata-mata tentang ketersediaan pangan, melainkan juga menyangkut pengetahuan, kebiasaan, dan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi makanan sehari-hari.

Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
Dalam upaya mempercepat penanganan stunting, Pemkot Tangsel menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Pilar Saga Ichsan menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga masyarakat luas.
“Tugas kita mungkin berbeda, tapi tujuannya sama, yaitu menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Saat ini, Pemkot Tangsel telah mengoperasikan sekitar 97 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah.
Fasilitas ini menjadi ujung tombak dalam memberikan layanan pemenuhan gizi kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.
Namun demikian, pemerintah tetap melakukan pengawasan ketat terhadap standar pelayanan. Sejumlah SPPG yang tidak memenuhi standar higiene dan kualitas layanan bahkan sempat dihentikan operasionalnya sebagai bentuk evaluasi dan perbaikan.
Langkah tegas ini diambil untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan benar-benar aman, berkualitas, dan sesuai dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan.
Penguatan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar setiap program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terintegrasi dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Target Pemenuhan Gizi 70 Persen
Sebagai bagian dari target pembangunan kesehatan daerah, Pemkot Tangsel menargetkan tingkat pemenuhan gizi masyarakat mencapai sekitar 70 persen pada tahun 2026.
Target ini diharapkan sejalan dengan upaya nasional dalam menurunkan angka stunting.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mengandalkan berbagai strategi, mulai dari penguatan program gizi, peningkatan kualitas layanan kesehatan, hingga edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Pemantauan kondisi gizi juga dilakukan secara berkesinambungan, dimulai sejak masa remaja, kehamilan, hingga anak usia balita.
Pendekatan ini diharapkan mampu mendeteksi potensi masalah sejak dini sekaligus memberikan intervensi yang tepat waktu.
Pilar optimistis bahwa target tersebut dapat tercapai jika seluruh pihak memiliki komitmen dan semangat yang sama dalam mendukung program pemerintah.
“Kalau semua bergerak bersama, bukan hal yang mustahil target ini bisa kita capai,” katanya.
Lebih dari sekadar angka, target ini juga menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintah dalam mengubah perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat.
Peningkatan kesadaran akan pentingnya gizi, pada gilirannya akan berdampak positif pada kualitas hidup masyarakat, akan menjadi agen penting dalam pembangunan menuju Tangsel Unggul di masa mendatang. (Adv)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan