Beritabanten.com – Pondok Pesantren Al-Quraniyyah di Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten tampak ramai.

Ribuan berbaju putih menyemut di sana dengan tertib dan khusu, berdatangan dari berbagai tempat di Kota Tangsel dan luar kota. Kawasan pesantren menjadi lebih meriah dengan penuh rasa kekeluargaan antar jemaah.

Mereka mengikuti penutupan pengajian Kitab Hijib Bahar jelang ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyyah/2026 Masehi, yang akan tiba sekira 40 hari ke depan.

Sejak pukul 06.00 hari ini Minggu 11 Januari 2026, jemaah sudah siap mengikuti pengajian yang dipimpin oleh KH Muhammad Sobron Zayyan dengan tamu undangan jajaran pemerintah kelurahan dan kecamatan.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Quraniyyah tersebut mengungkapkan pentingnya mengingat akan Allah SWT setiap detik yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari.

Jika setiap orang selalu berusaha mengingat akan kekuasaan Allah SWT akan selamat baik di dunia maupun kelak nanti di akhirat.

“Jika kita mengingat Allah SWT setiap detik maka kemungkinan akan meninggal dunia dalam keadaan husnul khotimah (akhir yang baik, red). Jangan pas susah doang ingat Allah SWT,” dia meminta.

Manusia, kata dia, biasanya akan merasa dekat dengan kekuasaan Allah SWT ketika dalam kesusahan, terlebih dalam keadaan musibah yang menyebabkan dirinya menderita.

“Coba hadirin bayangkan jika sedang susah pasti ingat Allah SWT. Tapi kalau proyek meleduk (sukses, red), segera akan melupakan kekuasaan Allah SWT atas semua yang terjadi pada diri kita,” dia jelaskan.

Ketua Harian LPTQ Kota Tangsel juga mengajak jemaah untuk terus bersyukur atas semua yang telah diterima selama ini dan selalu memohon ampun atas semua dosa, terutama atas dosa orang tua yang telah bersusah payah membesarkan anaknya.

“Ramadhan akan segera datang, pertemukan kami dengan bulan suci tersebut sampai nanti bisa melaksanakan aktivitas kembali dengan sehat dan selamat. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kelancaran,” kata dia dalam lantunan doa.

Untuk itu, dia meminta dalam suasana bulan Syaban 1447 Hijriyah/2026 Masehi, agar para jemaah terus meningkatkan kualitas keimanan hingga nanti melaksanakan ibadah puasa ramadhan.

Dalam usaha menyambut bulan suci Ramadhan, kata dia, setiap muslim harus mempersiapkan diri, baik kesehatan maupun kualitas ibadahnya.

“Semoga kita diberikan kesehatan dan kekuatan dalam bulan Sya’ban ini sehingga nanti bisa melaksanakan ibadah puasa. Bisa tuntas dan sehat sampai perayaan Idul Fitri dan kembali mengadakan pengajian ini,” dia berharap.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan teks Kitab Hijib Bahar bersama-sama yang suaranya menggema penuh makna yang membelah pagi hari cerah dengan rintik hujan.

Makna yang terkandung dalam Kitab Hijib Bahar tersebut seolah ikut menghiasi pagi cerah dengan harapan para jemaah akan kebaikan dalam menjalankan kehidupan.

Kitab Hijib Bahar adalah karya monumental yang ditulis Imam Abi Hasan Asy-Syadzili, yang merupakan kumpulan dzikir dan doa untuk memohon perlindungan, kekuatan, rezeki, dan pertolongan dari Allah SWT.

Selain itu, bacaannya dimaksudkan untuk memohon keutamaan seperti perlindungan dari bahaya, penyembuhan penyakit dan ketenangan batin.

Dalam beberapa kesempatam genting dan bepergian, seorang muslim biasa membacanya agar bisa selamat dan mendapat kelancaran.

Terdapat ketentuan untuk yang membacanya agar dalam keadaan suci dengan berwudlu dan ikhlas serta tertib ketika membaca teks Kitab Hijib Bahar. (Red)

 

 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com