Beritabanten.com – Kebiasaan menonton film di bioskop sebelum kehadiran fasilitas digital melimpah ruah  jadi pilihan orang dalam memanjakan diri.

Anda yang bukan generasi milenial merasakan banyak pesona dengan kehadiram bioskop dalam melengkapi perjalanan hidup.

‘Generasi kolonial’ hampir setiap pekan menjadikan bioskop sebagai tempat paling diburu dalam menikmati karya para sineas dalam negeri maupun luar negeri.

Ada paket nonton hemat atau nomat yang hadir pada hari senin sebagai cara menggaet konsumen, terutama anak sekolah. Cukup efektif waktu itu hingga anak sekolah bergerombol nonton film di bioskop.

Menonton juga jadi cara untuk menjalin hubungan istimewa dengan orang tersayang berduaan  karena suasananya sangat mendukung. Atau bersama dengan keluarga tercinta yang biasanya mengadaptasi keinginan si buah hati.

Khusus untuk berduaan, biasa dengan mengajak makan malam yang tersayang dilanjutkan dengan menonton film bertemakan romantis, bahkan ada yang film horor sebagai uji adrenalin pasangan.

Pesona tersebut mungkin kini sudah mulai memudar karena banyak cara untuk menikmati karya film di tanah air.

Meaki demikian, nonton di bioskop lebih baik nasibnya dibandingkan dengan menonton layar tancap di lapangan. Beberapa dekade ke belakang, nonton layar tancap digelar dalam acara besar tertentu, terutama pernikahan.

Nonton layar tancap di beberapa tempat masih ada karena dorongan komunitas pecinta film lawas yang diputar dengan layar tancap.

Para penggemarnya secara rutin mengatur waktu ke beberapa tempat, tapi digelar dengan skala kecil tidak seperti yang pernah terjadi di acara pernikahan.

Dan judul filmnya juga sudah disiapkan berdasarkan urutan menayangkan film yang segmen tertentu.

Demikian pesona nonton bioskop yang menjadi lebih baik dari nonton layar tancap, tapi tetap akan terancam dengan kehadiran layanan digital rumahan. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com