Beritabanten.com – Gaya hidup berkembang seiring perubahan zaman dengan ragam kebutuhan manusia. Semisal cara memanjakan diri dengan nongkrong atau nongki.

Kebiasaan nongkrong tersebut adalah bagian dari cara seseorang dalam mengekspresikan perasaan dalam menjalani aktifitas sehari-hari.

Perasaan yang terawat rapih lewat aktivitas menyenangkan bisa mendorong lebih produktif sekaligus ruang evaluasi untuk lebih lagi di masa datang.

Dalam diri setiap orang ada bagian emosional yang mendorong daya kreativitas sehingga bisa bernilai tambah apa pun yang dilakukan.

Adalah Danah Zohar seorang peneliti kecerdasan emosional yang mengatakan kekuatan sebuah rasa dalam produktivitas seseorang.

Dengan perasaan pula akan lahir sebuah sikap yang lebih bernilai kemanusiaan yang sangat bermanfat secara personal dan kemunal.

Seorang yang terbiasa menjaga perasaan pada gilirannya akan mampu menyempurnakan kecerdasan intelektual dalam proses pengambilan keputusan.

Kopi dan Inspirasi

Inilah yang terbaca pada ungkapan memasyarakat ‘sambil ngopi ada inspirasi’ di mana seorang menjadi cepat menggerakkan nalar dalam menentukan ide atau gagasan.

Ungkapan sederhana tersebut sepintas lalu terdengar aneh bahkan cendrung satire pada kebiasaan ngopi.

Secara sosiologis ungkapan tersebut sebagai refleksi dari kebiasaan masyarakat yang sudah berjalan puluhan, bahkan ratusan tahun.

Konon kebiasaan nongki melahirkan sebuah peradaban maju yang kita kenal hari ini dengan segala kemajuan teknologi,

Lompatan yang untuk ukuran zamannya banyak mengagetkan orang, terutama perkembangan teknologi informasi.

Yakni pergerakan kaum pencerah di Eropa zaman renesains abad pertengahan terbangun dari kedai kopi pinggiran di kota Paris Francis.

Waktu itu ketika zaman kegelapan menyelimuti Eropa tidak memungkinkan untuk membicarakan hal bertentangan dengan sikap penguasa yang rata-rata kerajaan.

Prospek demokratisasi menemukan tempatnya yang memukau dalam tegukan kopi sambil diskusi kala ruang nurani dirampas oleh tirani kerajaan.

Ngopi Mahasiswa

Jika dibetot pada lokus terdekat di mana tulisan ini dibuat yakni di Kedai Kopi Bolank X Arco yang berdekatan dengan kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Ciputat, Kota Tangerang Selatan Banten.

Semisal para mahasiswa kampus itu di beragam kegiatan di kampus maupun parlemen jalanan (demonstrasi) adalah lahir dari kedai kopi yang bertebaran di dekat kampus.

Kedai kopi adalah terminasi semua inspirasi yang menggerakkan dalam setiap denyut pergulatan intelektual yang mencerahkan sekaligus menggetarkan tanah air.

Para aktivis kampus yang jarang pulang ke kontrakan itu banyak menghabiskan waktu dengan berdiskusi di warung kopi.

Membicarakan bagaimana menjadikan Islam sebagai etos pembangunan sampai menggulingkan beragan tirani yang pernah mengusik ibu pertiwi ini.

‘Nongki, ngopi dan inspirasi’ adalah tidak terpisahkan dalam semua pencapain para alumi kampus pembaharuan itu.

Bahkan sudah melewati dari status gaya hidup biasa saja, tapi pernah dan akan menjadi sumber inspirasi.

Dan itu kemungkinan besar terjadi di masa mendatang karena mencari inspirasi bukan hanya milik para resi yang menyendiri tapi bagi orang yang mau berdialog santai bertukar informasi. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com