Beritabanten.com —Masyarakat setempat menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut penutupan PT. Sukses Logam Indonesia (SLI) yang berlokasi di Kampung Cengkok RT 03/02, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang pada Minggu, 27 Oktober 2024.

PT SLI merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Aksi ini dipicu oleh dampak lingkungan yang dirasakan oleh warga sekitar, termasuk pencemaran udara dan suara yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Diketahui bahwa PT SLI pernah ditutup pada 5 Januari 2022 karena kasus serupa, namun dibuka kembali pada 20 September 2024 dengan kehadiran Yusril Ihza Mahendra. Keputusan ini menimbulkan kembali kekhawatiran di kalangan masyarakat, yang menganggap langkah tersebut tidak memperhatikan kesehatan dan keselamatan warga.

Ade Irawan, seorang tokoh masyarakat, menyatakan, “Aktivitas pendidikan dan keagamaan pun terkena dampak. Peserta Taman Baca Masyarakat (TBM), PAUD, dan pengajian sulit berkonsentrasi karena bau limbah. Bahkan, sebagian warga kini menggunakan masker dalam aktivitas sehari-hari.” Pengaruh negatif dari keberadaan pabrik ini dirasakan sepanjang waktu, karena PT. SLI beroperasi selama 24 jam.

Suara bising yang ditimbulkan dari kegiatan pabrik juga mengganggu waktu istirahat warga, dengan beberapa di antaranya melaporkan gejala depresi akibat stres berkepanjangan.

Warga menuntut PT. SLI untuk menghentikan semua aktivitas yang mengganggu dan memindahkan lokasi usaha jauh dari pemukiman. Mereka juga meminta pemerintah untuk memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang tidak mampu mengendalikan dampak pencemaran.

Aksi ini mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap tindakan perusahaan dan harapan akan perhatian pemerintah untuk melindungi kesehatan dan keselamatan warga. Masyarakat berharap agar suaranya didengar dan diambil tindakan konkret agar kehidupan mereka kembali normal. (Nul)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com