Rapat di Zona Merah Covid-19, Pemkot Cilegon Beri Contoh Buruk pada Masyarakat

  • Whatsapp

CILEGON – Pemkot menggelar rapat gabungan dengan DPRD Kota Cilegon membahas Anggaran Perubahan APBD 2020. Ironisnya, rapat dilaksanakan di Kota Tangerang yang merupakan zona merah Covid-19.

Mahasiswa menilai aktivitas Pemkot Cilegon tersebut merupakan contoh buruk bagi masyarakat dalam penanganan Covid-19 di Kota Baja yang saat ini statusnya zona oranye.

Muat Lebih

Selain itu juga dengan para pejabat menggelar rapat di zona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat kepercayaan masyarakat kepada imbuan Pemkot Cilegon semakin menurun.

“Sebetulnya kan dalam kondisi semakin rawan begini rapatnya bisa cukup di Kota Cilegon saja, jangan justru malah masuk ke zona merah Covid-19. Ini soal etika pemerintah yang memegang kebijakan,” ujar Ketua Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC), Rizki Putra Sandika, Kamis (3/8/2020).

Dia menuturkan bahwa selama ini Pemkot Cilegon membeplpan imbuan kepada masyarakat agar tidak berkerumun, memakai masker dalam beraktivitas, dan menerapan protokol kesehatan serta tidak berkunjung ke daerah zona merah, namun ternyata Pemkot Cilegon sendiri yang melanggar aturan yakni berkunjung atau menggelar rapat di zona merah Covid-19.

Sebagaimana diketahui, kata dia, Tangerang Raya, yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan merupakan zona PSBB di Provinsi Banten. “Ini jelas membeplpan contoh yang buruk terhadap masyarakat,” tegasnya.

Dia menegaskan bahwa jangan menyalahkan masyarakat jika imbauan Pemkot Cilegon soal penerapan protokol kesehatan tak diindahkan masyarakat. Sebab, Pemkot Cilegon seakan tak serius dalam penanganan virus mematikan tersebut.

“Pemkotnya saja sudah melanggar aturan, bagaimana masyarakat bisa patuh dengan imbauan yang disampaikan,” tandasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putera mengatakan rapat gabungan antara Pemkot Cilegon dan DPRD Kota Cilegon di Kota Tangerang menerapkan protokol kesehatan ketat. “Lagian rapatnya juga tidak di kota, di pinggirannya,” ucap Aziz.

Selain itu, dalam rapat juga tidak melibatkan orang luar. “Yang rapat juga kan kita-kita saja, tidak ada orang luar selain yang berkepentingan. Orang luar hanya pihak hotel saja. Itu juga dengan protokol kesehatan yang ketat,” ucapnya.

(Man/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *