Beritabanten.com – Aparat kepolisian masih mengusut insiden ledakan yang mengguncang kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka, serta merusak sejumlah bangunan ruko di sekitar lokasi.

Penyebab kejadian hingga kini belum diketahui secara pasti. Tim penyidik masih mengumpulkan bukti dan meminta keterangan sejumlah pihak untuk menelusuri rangkaian peristiwa sebelum ledakan terjadi.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya indikasi ledakan bom. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan faktor yang memicu insiden tersebut.

Pemeriksaan di lokasi melibatkan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dan Polres Tangerang Selatan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi barang bukti sekaligus membantu mengungkap sumber ledakan.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian penyidik adalah tabung etilen berkapasitas 52 kilogram. Gas tersebut umumnya dimanfaatkan dalam proses pematangan buah. Petugas juga menemukan sejumlah tabung lain di luar area utama ledakan, tetapi kaitannya dengan kejadian masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Di bangunan yang mengalami kerusakan paling parah, petugas menemukan tumpukan pisang yang belum matang. Keterangan awal dari saksi menyebutkan bahwa ruko tersebut digunakan sebagai tempat pengemasan buah untuk kemudian dikirim ke sejumlah pasar.

Temuan-temuan itu menjadi bagian dari bahan penyelidikan. Polisi belum menetapkan tabung maupun aktivitas pengemasan buah sebagai penyebab ledakan karena masih diperlukan analisis terhadap kondisi tempat kejadian dan barang bukti yang tersedia.

Empat Blok Ruko Mengalami Kerusakan

Dampak ledakan dilaporkan mengenai empat blok ruko berlantai dua. Kerusakan bangunan menjadi salah satu aspek yang diperiksa untuk membantu penyidik memahami bagaimana peristiwa tersebut berlangsung.

Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) sempat dihentikan pada malam hari lantaran kondisi di lokasi belum memungkinkan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Tim gabungan kemudian menjadwalkan kelanjutan pemeriksaan pada pagi hari, Kamis (15/10/2026).

Dalam pemeriksaan lanjutan, petugas berupaya menelusuri bukti fisik yang tersisa di lokasi. Hasil analisis laboratorium forensik nantinya diharapkan dapat membantu memastikan sumber ledakan dan menjelaskan faktor yang menyebabkan kerusakan pada bangunan.

Selain pemeriksaan fisik, kepolisian juga menjadwalkan pemanggilan lima orang saksi di Polres Tangerang Selatan. Keterangan para saksi diperlukan untuk menggali informasi mengenai kegiatan di sekitar ruko sebelum insiden terjadi.

Penyidik akan mencocokkan keterangan tersebut dengan hasil pemeriksaan lapangan. Langkah ini diperlukan agar kesimpulan mengenai penyebab kejadian didasarkan pada bukti dan hasil penyelidikan, bukan sekadar dugaan awal.

Korban Dirawat di Tiga Fasilitas Kesehatan

Di tengah proses penyelidikan, pendataan terhadap korban juga masih dilakukan. Berdasarkan informasi sementara, dua orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 11 korban lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis.

Para korban luka dibawa ke tiga fasilitas kesehatan, yakni Rumah Sakit Sari Asih, Rumah Sakit Insan Permata, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan.

Kepolisian masih melengkapi informasi terkait korban dan mengumpulkan keterangan tambahan untuk memperjelas kronologi kejadian. Seluruh informasi tersebut akan menjadi bagian dari proses penanganan perkara.

Peristiwa di Pasar Cimanggis ini juga menyoroti pentingnya pemeriksaan terhadap berbagai faktor keselamatan di lokasi kegiatan usaha, terutama pada bangunan yang digunakan untuk penyimpanan dan pengemasan barang. Namun, penerapan faktor tersebut dalam kasus ini masih perlu ditelusuri berdasarkan hasil penyidikan.

Hingga Kamis pagi, penyebab ledakan belum diumumkan secara definitif. Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dan analisis forensik untuk mengungkap asal ledakan serta memastikan ada atau tidaknya keterkaitan antara barang bukti yang ditemukan dengan insiden tersebut. (Red).

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com