Sodik menjelaskan, sasaran pengumpulan Rp70 triliun tersebut mengacu pada Rencana Strategis BAZNAS 2026–2031. Target ini mencakup pengumpulan ZIS-DSKL secara nasional melalui BAZNAS pusat, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia.
“Sesuai Rencana Strategis BAZNAS 2026 hingga 2031, pada tahun 2027 kami menargetkan pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara nasional sebesar Rp70 triliun,” ujar Sodik.
Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan. BAZNAS daerah, pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta LAZ mitra perlu bergerak bersama untuk memperkuat penghimpunan sekaligus memastikan dana zakat dimanfaatkan secara optimal.
Sodik menegaskan, zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pengelolaan yang tepat diharapkan mampu membantu mustahik meningkatkan taraf hidup, membangun kemandirian ekonomi, hingga bertransformasi menjadi muzaki.
“Dengan arahan Ketua MPR tadi, serta dukungan dari Bapak Presiden RI seperti yang selama ini diberikan kepada BAZNAS, kerja keras dan kerja cerdas, kita semua yakin BAZNAS dapat menjadi kekuatan nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan bangsa. Setiap penerima manfaat adalah saudara kita yang sedang kita bantu bangkit, dari mustahik menjadi muzaki,” kata Sodik.
Pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 turut dihadiri Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar.
Rakornas tahun ini diikuti sekitar 1.300 peserta yang mewakili BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia. Agenda tersebut juga menghadirkan dua sesi Zakat Strategic Talks bersama sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menko Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, Wakil Ketua DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie, serta Menteri Investasi dan Kepala Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
Rangkaian Rakornas dijadwalkan ditutup pada Kamis, 15 Oktober 2026, melalui pembacaan Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, yang dilanjutkan dengan Grand BAZNAS Awards 2026. Resolusi tersebut bersama strategi yang disepakati dalam setiap komisi diharapkan menjadi pijakan bagi penguatan gerakan zakat nasional.
Melalui Rakornas BAZNAS 2026, konsolidasi nasional diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan penghimpunan ZIS-DSKL, memperkuat efektivitas penyaluran, serta memastikan manfaat zakat semakin luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Target Rp70 triliun pada 2027 pun menjadi momentum untuk mempertegas peran zakat dalam membangun kesejahteraan dan kemandirian bangsa. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan