Beritabanten.com – Makanan yang disajikan saat perayaan Tahun Baru Imlek memiliki makna yang dalam, lebih dari sekadar hidangan biasa. Berbagai jenis makanan khas, dari kue hingga hidangan utama, selalu hadir di meja makan.

Setiap sajian memiliki simbol yang melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan.

Beberapa hidangan dipercaya membawa hoki, seperti ikan utuh. Dalam tradisi Tionghoa, ikan utuh melambangkan kelimpahan dan keberuntungan di tahun yang baru.

Selain itu, pangsit atau jiaozi yang berbentuk seperti batangan emas zaman dahulu dipercaya membawa kekayaan. Semakin banyak pangsit yang dimakan, semakin banyak rezeki yang datang.

Kue keranjang juga menjadi hidangan wajib saat Imlek, yang melambangkan peningkatan rezeki. Kue ini biasanya disusun bertingkat dengan ukuran mengecil ke atas, yang menggambarkan kenaikan derajat.

Lumpia, dengan bentuk panjang dan warna keemasan, melambangkan kekayaan.

Siu mie atau mi panjang umur juga sering disajikan tanpa terputus saat dimasak, yang melambangkan umur panjang dan kesehatan.

Tak ketinggalan, hidangan babi kukus dengan talas melambangkan kekayaan, kekuatan, dan keberkahan. Perpaduan daging babi yang lembut dan talas menggambarkan harapan untuk tahun yang penuh kemakmuran.

Semua hidangan ini menjadi simbol harapan akan keberuntungan, rezeki, dan kesehatan di tahun baru, menjadikannya lebih dari sekadar makanan. (Azk)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com